Spiga

Morality

March 20, 08 by admin

Morality

Pantaskah mereka dan saya bicara soal moral, saya sedikit gamang dan ragu.

Bukankah kita sudah mengantongi moral itu dalam kresek hitam dan menyepaknya ke sudut sempit peradaban manusia?

Korupsi, kepentingan kelompok, Kebohongan dan pembodohan publik, seolah menjadi guyonan penggede intelektual negeri, tidak cukupkah itu sebagai bukti kelakuan lower animal?

Lantas, buat apa kaum intelektual nan religius itu masih memaksakan nilai kebajikan serta kisah-kisah The Prophet untuk terus diceritakan ke anak cucu kita? bukannya kita terang-terangan telah mendustainya?

Tidakkah kita diingatkan oleh seorang satirist, Mencken dalam A Mencken Chrestomathy, ch. 30, p. 617, 1949. “Morality is the theory that every human act must be either right or wrong, and that 99% of them are wrong”.

Agh… Darwin itu ngawur, saya hanya percaya pada Part Two Chapter VIII - Principles of Sexual Selection nya yang mengatakan “the males necessarily differ from the females in their organs of reproduction” itu saja, lainnya nanti dulu.

Andai dia hidup di negeri saya sekarang, yang bernama Indonesia.

Greedy Mentality

March 06, 08 by admin

GreedyTekuklah lidahmu keatas sampai menyentuh langit-langit, pejamkan matamu sampai engkau hanya mampu melihat bayang-bayang, tutuplah pendengaranmu sampai engkau merasa tuli, dan mari kita bicara tentang keserakahan.

Lantas, Dimana batas keserakahan itu? 100 meter didepankah? 500 meterkah? 5 tahun kah? atau sepuluh tahun lagi. Tidakkah keserakahan itu jauh berada diatas batas penglihatan, bahkan jauh melampaui nafas anak Adam sekalipun.

Bukankah kita akan diantarkan sendiri sampai dibatasnya oleh usia, dan pada batas itu akan nampak jelas, ketika tenggorokanmu kering, telingamu tak mampu lagi menerima bisikan, dan lidahmu tak mampu berucap ajaran religius tentang the road to heaven.

Apa kita sudah benar-benar tak mampu menarik tali kekangnya, seperti Max “I’m getting too old to play some parts, but I’m still greedy” atau kita terlalu tersemangati oleh Warren Buffet, investor and billionaire itu, yang telah terlanjur memberikan tipsnya “I will tell you how to become rich. Close the doors. Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful”

Akankah kau tangkap keserakahanmu sendiri, lalu mencekiknya dengan gemas. Lelah… letih, lantaran tertipu telah mengejarnya sampai keujung batas, atau kita telah lelap diatas pelananya.

 

Picture from here

 

Anger

February 20, 08 by admin

angerKarena ketidakadilan, ke-sembrono-an, penghinaan, pengkhianatan dan mungkin juga kesombongan dan embuh apa lagi, orang bisa saja marah, bahkan karena suatu hal yang bagi sebagian orang dianggap remeh dan hanya sesaat.

“Anger is a gift” kata Zack de la Rocha, dan gampang saja kalo orang mau marah, tapi marah dengan orang yang tepat, diwaktu yang tepat dan untuk tujuan yang tepat tidaklah mudah, begitu kata Aristotle, setali tiga uang. Dengan kata lain, kita diijinkan untuk marah asal memenuhi syarat, Epitectus menyarankan, bahkan dituntut totalitas untuk menyalurkannya serta memastikan kita dalam nikmat candunya.

Tapi bagaimana dengan perspektif religius?

Islam, Muhammad said “The strong is not the one who overcomes the people by his strength, But the strong is the one who controls himself while in anger”.

Christianity, Bible mengingatkan “do not let the sun go down on your anger”

Hinduism, Marah itu sederajat dengan penderitaan!, masih kurang?, dengarlah Dalai lama, seorang guru spriritual itu menambahkan “Buddhism in general teaches that anger is a destructive emotion and although anger might have some positive effects in terms of survival or moral outrage, I do not accept that anger of any kind as a virtuous emotion nor aggression as constructive behavior…They bring us confusion and misery rather than peace, happiness, and fulfillment…”.

Tidak bermaksud mempertentangkan, andaikan marah itu sebuah bola, sejenak saya ingin bermain dengannya, dan ketika jengah, sayapun ingin memenggal dan menendangnya keras-keras.

Bring your religion to basic!

November 24, 07 by admin

religionBagaimana anda mengartikan sebuah musik atau lagu, saya memang kurang bisa mendiskripsikan, paling tidak untuk diri saya pribadi, paling sederhana saya cuman akan bilang “ya…pokoknya paling enak didengar di telinga” atau kadang-kadang saya akan bilang “rastafarian… Ehm… cafe, mendung dengan gerimis kecil serta secangkir kopi panas”

Tapi kalo lagu itu punya soul tersendiri en’ touching to deepest area of your religion, bagaimana pendapat sampean, seperti sebuah musik ini, dari seorang teman.

let’s prove it by hearing this song.

 

 

Thanks to Echo
Opening speech posting ini memang kurang bagus untuk karya musik njenengan yang menggetarkan itu, Hi.. bang!, Saya akan update setelah kita melakukan obrolan itu lagi! hehehe… :)

 

“Shanti yaa sallaam”