Spiga

‘ Daily ’ category archive

Indonesia Today!!!

May 06, 08 by admin

IndonesiaBisakah mereka tidur pulas dihari-hari seperti ini. Mungkin saja keinginan untuk tidur dan tidak akan bangun lagi cukup besar dalam benak masing-masing.

Karena bangun dari tidur sama buruknya dari mimpi buruk itu sendiri.

Ya.. ini soal harga-harga dan ekonomi negara yang kian semrawut, kebutuhan yang sebentar lagi tak mudah untuk dipenuhi, lantaran skenario kenaikan itu sudah terlanjur di sodorkan dan pelaku telah menyikapinya.

“Menjadi pemimpin yang bijak sana bijak sini itu ndak mudah mas!, dan sebuah keputusan itu memang harus memihak, tak bisa berdiri ditengah-tengah dan memangku keduanya itu hal yang tak mungkin dilakukan”.

Bukankah mitos gua dan gambaran negara ideal itu sudah ada dalam dialog Republic nya Plato?, negara yang telah dibayangkan plato itu seperti tubuh manusia yang terdiri dari akal di kepala, kehendak di dada dan nafsu diperut?, dan masing-masing mempunyai kebijakan sendiri-sendiri, akal mencita-citakan kebijakan, kehendak mencita-citakan keberanian dan nafsu harus dikekang agar kesopanan dapat ditegakkan. Maka negara juga terdiri dari tiga bagian itu, pemimpin, pembantu dan pekerja (para petani, misalnya), lantas apakah sekarang kaum petani yang dengan kata lain, rakyat, yang harus dikorbankan?, bukankah ia adalah bagian dari tubuh juga? tidak dapatkah kita mengambil hikmah dari sana? dimanakah negara?

“Agh.. embuh mas, bisa jadi sampean itu ndak paham soal konsep negara filosofi nya Plato itu”

“Agh mungkin saja, paham ndak paham tetap membuat saya ndak bisa tidur, khawatir, apa yang akan terjadi esok hari”

 

May Day

May 01, 08 by admin

BuruhSaya ndak tahu apa yang mesti dilakukan untuk sekedar menunjukkan solidaritas pada kaum buruh hari ini, dimana mereka tengah memperingati hari jadinya.

Ironi memang, semestinya hari jadi itu dirayakan dengan senang-senang atau mirip-mirip pesta dengan sedikit beralkohol agaknya sedikit akan dihalalkan, pokoknya hari yang mesti identik dengan tertawa dan kebahagiaan disana dan juga disini.

Dunia memang tak lagi mengenal batas dan sisi, keinginan kaum buruh bisa beragam dibelahan dunia manapun, tapi semua mengerucut ke arah sana, kesejahteraan.

Tak semua dari mereka berada dalam kuadran mapan sebagai buruh, “karena itu mas, tak semua teman-teman mendukung dan setuju dengan apa yang kita lakukan” begitu kata saudara buruh. “agh..tidak juga, saya juga berterima kasih sama saudara-saudara itu yang rela berpanas-panasan, entah kenapa, negara seolah berpaling muka dan mendadak menjadi tuli jika bicara soal kaum buruh, lantaran teriakan dan gedor-gedor pagar di istana kekuasaan membuat mereka menunduk dan menatap tangan-tangan kita yang kasar, karena mereka, saya menikmati kenaikan gaji tiap tahun, yang memang tak selalu seimbang itu, meski kadang terima kasih saya tak pernah terucap”.

Siapa yang salah, entahlah, semua cenderung samar, saling melimpahkan polemik di atas kepentingan masing-masing, antara pengusaha, dan negara sebagai pengambil kebijakan. Drama Marsinah memang tak berhenti ditahun 1993.

Buruh, harus rela untuk terus terdesak ke sudut, dengan dijejali segala kenaikan biaya dan tentu denda-denda atas segala kelebihan beban hidup yang kian tak sedikit.

Ada yang bilang dengan dalam kondisi terpaksa, “masih lumayan mas! dari pada tidak bekerja”, lalu, apa pernyataan itu lantas membuat kita menyerah?.

Bicara soal ini bisa jadi panjang, bisa jadi saya terlalu berpikir berlebihan hanya untuk sekedar ber uneg-uneg, karena terlalu lama diruang ini dan tetap sebagai seorang buruh.

Anggap saja saya salah, apa sampean punya yang lain?

 

gambar dari sini

I learn it From You

April 21, 08 by admin

writingMeminjan bahasa Pramoedya Ananta Toer, manusia boleh pandai setinggi langit, namun ketika ia tidak menulis, ia akan hilang ditelan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Memang, tidaklah mudah bagi sebagian orang termasuk saya, boleh saja orang menyarankan untuk menulis apa saja, tentang keseharian yang tidak istimewa, tentang remeh temeh kesibukan, atau tentang letupan emosi sesaat, toh ini adalah ruang pribadi untuk menyimpan sebagian ingatan yang semakin beranjak pikun.

Saya bukan orang yang mahir berkontempelasi dengan rerimbunan jagad ide dan menjadikannya sesuatu yang bemutu.

“Yang penting mulai mas, urusan hasil itu selanjutnya”, akhirnya saya sampai pada satu titik, menulis dan ngeblog ternyata butuh energi, sedikit imajinasi dan bukan hanya sekedar bikin account atau sekedar njeplak lalu tercatat.

Dan urusan akrobat dan jungkir balik kata, saya belajar dari sampean semua, terlebih soal bahasa yang ndakik-ndakik itu, dan sampean tahu ndak, saya melakukannya dengan blogwalking ke tempat sampean, wah ternyata melelahkan dan bikin keringetan, lantaran jumlah yang semakin bertambah serta benwit yang ngos-ngosan.

Agh, saya menulis saja hal yang biasa-biasa bukan yang melip-melip, “iya, mana mungkin otak cekak sampean itu bisa menghasilkan yang bagus mas?, banyak orang enggan menulis lantaran kemapanan identitas mereka, lah sampean itu mapan apa? mapan turu mas?”

“Good writing expresses a clear point, is tightly structured, grammatically and syntactically correct, substantive, and interesting”

Morality

March 20, 08 by admin

Morality

Pantaskah mereka dan saya bicara soal moral, saya sedikit gamang dan ragu.

Bukankah kita sudah mengantongi moral itu dalam kresek hitam dan menyepaknya ke sudut sempit peradaban manusia?

Korupsi, kepentingan kelompok, Kebohongan dan pembodohan publik, seolah menjadi guyonan penggede intelektual negeri, tidak cukupkah itu sebagai bukti kelakuan lower animal?

Lantas, buat apa kaum intelektual nan religius itu masih memaksakan nilai kebajikan serta kisah-kisah The Prophet untuk terus diceritakan ke anak cucu kita? bukannya kita terang-terangan telah mendustainya?

Tidakkah kita diingatkan oleh seorang satirist, Mencken dalam A Mencken Chrestomathy, ch. 30, p. 617, 1949. “Morality is the theory that every human act must be either right or wrong, and that 99% of them are wrong”.

Agh… Darwin itu ngawur, saya hanya percaya pada Part Two Chapter VIII - Principles of Sexual Selection nya yang mengatakan “the males necessarily differ from the females in their organs of reproduction” itu saja, lainnya nanti dulu.

Andai dia hidup di negeri saya sekarang, yang bernama Indonesia.

The Story of ” The Mata Hari”

March 13, 08 by admin

Matahari

This 1915 photograph was featured in a book titled “The Fatal Lover”.
The Fatal Lover was written about the life and circumtances of “Mata Hari”,
a “Female Fatale” and dancer during World War 1.
The fact that Mata Hari is the Indonesian name for sunrise,
that she lived in Indonesia for many years,
and that we fell in love with the bench “Mata Hari” is siiting on, inspired us to produce the Mata Hari Collection in our factory in Indonesia.
in 1917 the “Mata Hari” was most propably innoncently executed in Paris, as a spy.

Begitu kira-kira saya mendapatkan cerita tentang Mata Hari itu, fabel, mitos ataukah sedikit ditambah-tambahkan untuk melengkapi cerita di balik sebuah produk, saya bener-bener ndak tahu!.

Greedy Mentality

March 06, 08 by admin

GreedyTekuklah lidahmu keatas sampai menyentuh langit-langit, pejamkan matamu sampai engkau hanya mampu melihat bayang-bayang, tutuplah pendengaranmu sampai engkau merasa tuli, dan mari kita bicara tentang keserakahan.

Lantas, Dimana batas keserakahan itu? 100 meter didepankah? 500 meterkah? 5 tahun kah? atau sepuluh tahun lagi. Tidakkah keserakahan itu jauh berada diatas batas penglihatan, bahkan jauh melampaui nafas anak Adam sekalipun.

Bukankah kita akan diantarkan sendiri sampai dibatasnya oleh usia, dan pada batas itu akan nampak jelas, ketika tenggorokanmu kering, telingamu tak mampu lagi menerima bisikan, dan lidahmu tak mampu berucap ajaran religius tentang the road to heaven.

Apa kita sudah benar-benar tak mampu menarik tali kekangnya, seperti Max “I’m getting too old to play some parts, but I’m still greedy” atau kita terlalu tersemangati oleh Warren Buffet, investor and billionaire itu, yang telah terlanjur memberikan tipsnya “I will tell you how to become rich. Close the doors. Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful”

Akankah kau tangkap keserakahanmu sendiri, lalu mencekiknya dengan gemas. Lelah… letih, lantaran tertipu telah mengejarnya sampai keujung batas, atau kita telah lelap diatas pelananya.

 

Picture from here

 

Idea

February 26, 08 by admin

IdeaBagaimana ide-ide itu sangat sulit dituangkan dalam tulisan, bahkan seorang Plato pun bisa kesulitan untuk melakukannya, maka tak ayal ide-ide hebat itu seperti sekelebat bayangan yang hanya sebagian tertangkap cermin, dan selanjutnya lenyap tak berbekas.

Maka hanya simbolisme yang muncul sebagai alat, dengan metafora, alegori dan sedikit mitos, kontradiktif dan sedikit membingungkan yang akan tampak menonjol, kesulitan memahami dan mengungkapkan ide menjadikan kita berhitung kembali terhadap konsekuensi dan implikasi pemilihan kata.

Apakah hanya karena itu kita akan berhenti menuliskannya?

Memang, ide itu tak pernah sempurna apalagi dia hadir dalam tiruan tak sempurna dunia nyata, karenanya penyair tak pernah puas melihat hasil, pelukis pun merasa ogah dengan lukisannya sendiri.

Lantas, dimanakah ukuran ide brillian itu!

 

pictures from here