Spiga

‘ Activity ’ category archive

May, Here Just a Little Note!

May 12, 08 by admin

Chaos MayBegitulah sejarah, dia tak mampu untuk membawa pelaku yang terbukti jahat ke balik ruangan berjeruji, karena sampai disitulah batas kemampuannya, dan hari ini kita mengingatnya untuk kesepuluh kalinya. dan kesekian kalinya tanpa ada niatan untuk mengkoreksinya kembali.

Agh… tidakkah cukup sejarah yang membisikkan diam-diam ke telinga kita tentang siapa yang salah, siapa yang terpinggirkan, dan siapa yang patut dibela?, meskipun kadang, sejarah hanya diam ketika keadilan juga ikut tersepak.

Dibalik kerusuhan mei sepuluh tahun silam itu, kita hanyalah saksi dari sebuah peristiwa, sebuah perjalanan panjang dari peradaban kita sebagai bangsa, dan mengingat peristiwa itu membuat hati siapa saja yang mengenangnya menjadi mbegidik. Sebuah peristiwa yang menuntut darah dan sekaligus nyawa dari beberapa mahasiswa, dan seperti yang kita rasakan sampai sekarang, itu saja tidaklah cukup, perjuangan masih berlanjut.

Dan semua tak akan pernah melupakan, sebuah perjuangan sepuluh tahun silam memang melahirkan pahlawan yang layak untuk kita teladani bagi sebuah perjuangan yang menuntut kesejahteraan dan perubahan besar sebagai sebuah bangsa, dan didalamnya juga melahirkan penghianat, yang kita bisa tahu sekarang, disadari atau tidak, mereka leha-leha menikmati hasil, dan sekarang telah berubah arah dengan berdalih mereka tetap berjuang dalam koridor yang lain, konstitusi katanya, sedikit gombal memang, dan kita bisa tahu juga, segelintir penghianat itu berusaha keras untuk melupakan sejarah yang kita peringati hari ini, peringatan tanpa ceremony khusus terhadap pahlawan kampus itu.

Agh, memang sejarah sepuluh tahun lalu itu telah kita bungkus rapat, entahlah, apa lantaran dia tak mampu lagi bicara banyak atau dia terlalu banyak melahirkan penghianat. Dan tulisan ini tak akan menyimpulkan apapun, lantaran ini hanya catatan pribadi saya untuk rekan penghianat perjuangan di balik gedung berlapis beton disana.

 

Gambar dari sini.

 

Indonesia Today!!!

May 06, 08 by admin

IndonesiaBisakah mereka tidur pulas dihari-hari seperti ini. Mungkin saja keinginan untuk tidur dan tidak akan bangun lagi cukup besar dalam benak masing-masing.

Karena bangun dari tidur sama buruknya dari mimpi buruk itu sendiri.

Ya.. ini soal harga-harga dan ekonomi negara yang kian semrawut, kebutuhan yang sebentar lagi tak mudah untuk dipenuhi, lantaran skenario kenaikan itu sudah terlanjur di sodorkan dan pelaku telah menyikapinya.

“Menjadi pemimpin yang bijak sana bijak sini itu ndak mudah mas!, dan sebuah keputusan itu memang harus memihak, tak bisa berdiri ditengah-tengah dan memangku keduanya itu hal yang tak mungkin dilakukan”.

Bukankah mitos gua dan gambaran negara ideal itu sudah ada dalam dialog Republic nya Plato?, negara yang telah dibayangkan plato itu seperti tubuh manusia yang terdiri dari akal di kepala, kehendak di dada dan nafsu diperut?, dan masing-masing mempunyai kebijakan sendiri-sendiri, akal mencita-citakan kebijakan, kehendak mencita-citakan keberanian dan nafsu harus dikekang agar kesopanan dapat ditegakkan. Maka negara juga terdiri dari tiga bagian itu, pemimpin, pembantu dan pekerja (para petani, misalnya), lantas apakah sekarang kaum petani yang dengan kata lain, rakyat, yang harus dikorbankan?, bukankah ia adalah bagian dari tubuh juga? tidak dapatkah kita mengambil hikmah dari sana? dimanakah negara?

“Agh.. embuh mas, bisa jadi sampean itu ndak paham soal konsep negara filosofi nya Plato itu”

“Agh mungkin saja, paham ndak paham tetap membuat saya ndak bisa tidur, khawatir, apa yang akan terjadi esok hari”

 

May Day

May 01, 08 by admin

BuruhSaya ndak tahu apa yang mesti dilakukan untuk sekedar menunjukkan solidaritas pada kaum buruh hari ini, dimana mereka tengah memperingati hari jadinya.

Ironi memang, semestinya hari jadi itu dirayakan dengan senang-senang atau mirip-mirip pesta dengan sedikit beralkohol agaknya sedikit akan dihalalkan, pokoknya hari yang mesti identik dengan tertawa dan kebahagiaan disana dan juga disini.

Dunia memang tak lagi mengenal batas dan sisi, keinginan kaum buruh bisa beragam dibelahan dunia manapun, tapi semua mengerucut ke arah sana, kesejahteraan.

Tak semua dari mereka berada dalam kuadran mapan sebagai buruh, “karena itu mas, tak semua teman-teman mendukung dan setuju dengan apa yang kita lakukan” begitu kata saudara buruh. “agh..tidak juga, saya juga berterima kasih sama saudara-saudara itu yang rela berpanas-panasan, entah kenapa, negara seolah berpaling muka dan mendadak menjadi tuli jika bicara soal kaum buruh, lantaran teriakan dan gedor-gedor pagar di istana kekuasaan membuat mereka menunduk dan menatap tangan-tangan kita yang kasar, karena mereka, saya menikmati kenaikan gaji tiap tahun, yang memang tak selalu seimbang itu, meski kadang terima kasih saya tak pernah terucap”.

Siapa yang salah, entahlah, semua cenderung samar, saling melimpahkan polemik di atas kepentingan masing-masing, antara pengusaha, dan negara sebagai pengambil kebijakan. Drama Marsinah memang tak berhenti ditahun 1993.

Buruh, harus rela untuk terus terdesak ke sudut, dengan dijejali segala kenaikan biaya dan tentu denda-denda atas segala kelebihan beban hidup yang kian tak sedikit.

Ada yang bilang dengan dalam kondisi terpaksa, “masih lumayan mas! dari pada tidak bekerja”, lalu, apa pernyataan itu lantas membuat kita menyerah?.

Bicara soal ini bisa jadi panjang, bisa jadi saya terlalu berpikir berlebihan hanya untuk sekedar ber uneg-uneg, karena terlalu lama diruang ini dan tetap sebagai seorang buruh.

Anggap saja saya salah, apa sampean punya yang lain?

 

gambar dari sini

I learn it From You

April 21, 08 by admin

writingMeminjan bahasa Pramoedya Ananta Toer, manusia boleh pandai setinggi langit, namun ketika ia tidak menulis, ia akan hilang ditelan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Memang, tidaklah mudah bagi sebagian orang termasuk saya, boleh saja orang menyarankan untuk menulis apa saja, tentang keseharian yang tidak istimewa, tentang remeh temeh kesibukan, atau tentang letupan emosi sesaat, toh ini adalah ruang pribadi untuk menyimpan sebagian ingatan yang semakin beranjak pikun.

Saya bukan orang yang mahir berkontempelasi dengan rerimbunan jagad ide dan menjadikannya sesuatu yang bemutu.

“Yang penting mulai mas, urusan hasil itu selanjutnya”, akhirnya saya sampai pada satu titik, menulis dan ngeblog ternyata butuh energi, sedikit imajinasi dan bukan hanya sekedar bikin account atau sekedar njeplak lalu tercatat.

Dan urusan akrobat dan jungkir balik kata, saya belajar dari sampean semua, terlebih soal bahasa yang ndakik-ndakik itu, dan sampean tahu ndak, saya melakukannya dengan blogwalking ke tempat sampean, wah ternyata melelahkan dan bikin keringetan, lantaran jumlah yang semakin bertambah serta benwit yang ngos-ngosan.

Agh, saya menulis saja hal yang biasa-biasa bukan yang melip-melip, “iya, mana mungkin otak cekak sampean itu bisa menghasilkan yang bagus mas?, banyak orang enggan menulis lantaran kemapanan identitas mereka, lah sampean itu mapan apa? mapan turu mas?”

“Good writing expresses a clear point, is tightly structured, grammatically and syntactically correct, substantive, and interesting”

Greedy Mentality

March 06, 08 by admin

GreedyTekuklah lidahmu keatas sampai menyentuh langit-langit, pejamkan matamu sampai engkau hanya mampu melihat bayang-bayang, tutuplah pendengaranmu sampai engkau merasa tuli, dan mari kita bicara tentang keserakahan.

Lantas, Dimana batas keserakahan itu? 100 meter didepankah? 500 meterkah? 5 tahun kah? atau sepuluh tahun lagi. Tidakkah keserakahan itu jauh berada diatas batas penglihatan, bahkan jauh melampaui nafas anak Adam sekalipun.

Bukankah kita akan diantarkan sendiri sampai dibatasnya oleh usia, dan pada batas itu akan nampak jelas, ketika tenggorokanmu kering, telingamu tak mampu lagi menerima bisikan, dan lidahmu tak mampu berucap ajaran religius tentang the road to heaven.

Apa kita sudah benar-benar tak mampu menarik tali kekangnya, seperti Max “I’m getting too old to play some parts, but I’m still greedy” atau kita terlalu tersemangati oleh Warren Buffet, investor and billionaire itu, yang telah terlanjur memberikan tipsnya “I will tell you how to become rich. Close the doors. Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful”

Akankah kau tangkap keserakahanmu sendiri, lalu mencekiknya dengan gemas. Lelah… letih, lantaran tertipu telah mengejarnya sampai keujung batas, atau kita telah lelap diatas pelananya.

 

Picture from here

 

Anger

February 20, 08 by admin

angerKarena ketidakadilan, ke-sembrono-an, penghinaan, pengkhianatan dan mungkin juga kesombongan dan embuh apa lagi, orang bisa saja marah, bahkan karena suatu hal yang bagi sebagian orang dianggap remeh dan hanya sesaat.

“Anger is a gift” kata Zack de la Rocha, dan gampang saja kalo orang mau marah, tapi marah dengan orang yang tepat, diwaktu yang tepat dan untuk tujuan yang tepat tidaklah mudah, begitu kata Aristotle, setali tiga uang. Dengan kata lain, kita diijinkan untuk marah asal memenuhi syarat, Epitectus menyarankan, bahkan dituntut totalitas untuk menyalurkannya serta memastikan kita dalam nikmat candunya.

Tapi bagaimana dengan perspektif religius?

Islam, Muhammad said “The strong is not the one who overcomes the people by his strength, But the strong is the one who controls himself while in anger”.

Christianity, Bible mengingatkan “do not let the sun go down on your anger”

Hinduism, Marah itu sederajat dengan penderitaan!, masih kurang?, dengarlah Dalai lama, seorang guru spriritual itu menambahkan “Buddhism in general teaches that anger is a destructive emotion and although anger might have some positive effects in terms of survival or moral outrage, I do not accept that anger of any kind as a virtuous emotion nor aggression as constructive behavior…They bring us confusion and misery rather than peace, happiness, and fulfillment…”.

Tidak bermaksud mempertentangkan, andaikan marah itu sebuah bola, sejenak saya ingin bermain dengannya, dan ketika jengah, sayapun ingin memenggal dan menendangnya keras-keras.

Truth

January 15, 08 by admin

Truth

Entah darimana saya mendapatkan sebaris quote ini, tapi itu bukanlah hal penting, tapi isi dari kalimat itu yang bikin miris ati.

“Kesalahanmu terbesar adalah karena kau berada dalam kebenaran”

Karenanya ada pepatah serbia yang mengatakan “katakan kebenaran dan kemudian larilah”, karena setelah kebenaran itu disampaikan bisa jadi malah kita yang disalahkan. Karena Diskripsi kebenaran bisa berbeda untuk setap orang, seperti kata Gandhi “Truth resides in every human heart, and one has to search for it there, and to be guided by truth as one sees it. But no one has a right to coerce others to act according to his own view of truth.”

Dan ditambah lagi oleh Rousseau, seorang philospher yang memberikan pencerahan yang idenya dipengaruhi oleh Revolusi Perancis itu mengatakan - ada empat sisi dalam setiap sejarah, your side, their side, the truth dan apa yang sesungguhnya terjadi.