Apakah February berkesan untukmu?, saya mengajukan pertanyaan itu karena february berada di ujung akhir, saya tahu, apa yang akan dilakukan laki-laki di akhir untuk mengganti segala kesalahan barangkali adalah sesuatu yang sia-sia, dan seperti akhir dari setiap perjalanan, yang tertinggal adalah penyesalan.
Tapi harapan tak boleh putus, agaknya kau tahu itu, dan seperti halnya setiap harap, bahwa apa yang telah kita lakukan selama februari hanya dengan duduk dan diam didalam rumah dengan sedikit sekali cahaya taman di samping ruang tengah membuatmu merasa nyaman, saya berdoa untuk itu, dan saya hanya bisa menduga-duga bahwa demikianlah yang terjadi dengan menunggu-nunggu dengan cemas pertanyaan tentang kebosananmu selama february darimu tak kunjung terdengar disetiap kebersamaan kita di akhir februari.
Di sebuah kota kecil dimana kita tinggal ini bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk menentukan tujuan kemana kita mesti menghabiskan hari-hari libur bersama, sebuah toko buku kecil membuat kita merasa bosan karena dari bulan ke bulan buku-buku tak pernah bertambah tapi malah berkurang, perpustakaan umum yang semakin kumuh, taman-taman kota yang cenderung tak terawat, dan hujan lengkap dengan banjir yang acapkali datang tanpa pemberitahuan membuat kita semakin enggan kemana-kemana.
Tapi sungguh, barangkali kau juga mengerti, dengan hanya menghabiskan waktu dan berdiam diri dirumah kita semakin tahu sama lain, kita selalu punya cara untuk menikmati, dan entah bagaimana justru di februari itu kita semakin memahami dalam kebingungan masing-masing, dan menjadi bahagia saat kita tak tahu harus bagaimana.



