Suara Untuk Indonesia

by admin on February 21, 2011

SAJAK SUARA

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan

Saya tak punya alasan yang jelas untuk memulai sesuatu, barangkali juga dengan alasan yang sama tak jelasnya kenapa saya merasa bahwa sajak suara wiji thukul itu saya anggap sajak yang mempunyai energi tersendiri untuk Indonesia di hari-hari terakhir ini.

Saya tak pernah mengerti, apakah kita sudah benar dalam belajar menghadapi persoalan bangsa, mendengar suara-suara marginal di pinggiran, menangkap kegelisahan, atau kita memang terlalu bising dengan suara-suara kita sendiri. Dan dalam kesungguhan itu pula kita tahu, pertanyaan dan kegelisahan itu begitu sederhana, dan karena begitu sederhananya kemudian terlanjur dianggap nggak penting, kita abai sekaligus lalai, lengkap sudah.

Apakah Indonesia benar-benar berada dalam kutukan?, jujur, saya merinding mendengarnya, tapi tak pernah jengah untuk terus menyuarakannya, setidaknya lewat posting kali ini.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: