Surrender

by admin on March 17, 2010

“The harder you work, the harder it is to surrender”, Vince Lombardi.

Pada mulanya adalah desakan atas kebutuhan hidup yang kian hari kian sulit dan rumit, dan atas segala krumitan yang terjadi itu, kita tak pernah tahu, kepada siapa segala kesalahan atas kesulitan yang terjadi itu kita timpakan. Barangkali benar kata Chairil anwar dalam puisinya yang murung atas nasib, “nasib adalah kesunyian masing-masing”.

Sedemikian utuhnya nasib, sehingga ia tak bisa lagi di bagi-bagi, lanjut Chairil anwar, maka orang-perorang dalam arti seluas-luasnya mesti menanggung nasibnya masing-masing. Jika nasib itu baik, maka berbahagialah, demikian juga dengan tanggungan atas nasib buruk, maka kuatkanlah, meski untuk itu kita sama-sama tahu, nasib tak terukur oleh waktu.

Dan nasib buruk yang tak terukur itu tak pernah berdiri sejajar dan berjalan beriringan dengan kesabaran.

Saya tak tahu, ini periode nasib, atau kesabaran yang kian larut, ketika seseorang memutuskan untuk tidak bisa lama lagi bertahan di lingkungan yang menurutnya dan sebagaian besar yang lain memang tak bersahabat dan tak lagi ramah dengan waktu. Lalu ia memutuskan untuk meninggalkan lingkungan yang menurutnya bisa membuatnya sakit berkepanjangan, ia menyerah, saya memahami keputusannya dan ia juga melihat tanda-tanda itu.

Tapi karena ia tak sendirian, bagaimana dengan yang lain?, terdesak kebutuhan, kesabaran berlebih melebihi takaran atau kebodohan yang diamini?.

{ 2 comments… read them below or add one }

1 Andre March 31, 2010 at 11:37 am

wah..bahasanya tinkat tinggi nih, susah dimengerti, apalagi malem2 gini…hehehehe..

2 belajar clickbank May 7, 2010 at 3:39 am

tetap semangat ja dalam menjalani hidup,….

Leave a Comment

Previous post:

Next post: