Bukan Manifesto

by admin on February 9, 2010

Praktis hanya membaca, jarang mengisi blog ini, saya jadi berpikir, mungkin benar apa yang pernah dikatakan seorang blogger disini, kemarin dulu, “gimana kalau ada eks blogger”, mungkin ia guyon, tapi guyon yang serius ketika ide itu tiba-tiba mandeg.

Akhirnya hanya menelusuri beberapa blog beberapa minggu dan bulan terakhir ini, membaca, dan mencoba mengingat kembali kapan terakhir mengunjungi blog tersebut, mencoba membandingkannya, dan akhirnya adalah sebuah pengakuan, banyak kemajuan disana, dari gaya bercerita, topik, ide, diksi, dan saya jauh berada dibelakang.

Mengunjungi begitu banyak blog dan berbagai komunitas blogger dengan menyediakan paruh waktu seperti saya tidaklah pernah cukup, saya sadar, mungkin pada akhirnya butuh keseriusan dan tersedianya waktu yang sedikit berlebih dari biasanya untuk menyempatkan diri, mengunjungi, belajar dari sana dan memcoba meng-asimilasi dengan ide sendiri.

Semakin mengunjungi banyak blog, semakin banyak membaca postingan dari sana, semakin terlihat betapa malasnya saya untuk sejenak meluangkan waktu, jauh dari euphoria ketika pertama kali ngotot untuk mencoba ngeblog dengan update sekenanya dan menulis apa adanya.

Ini bukan sebuah manifesto, karena yang tahu kadar kemalasan itu adalah pemilik kemalasan itu sendiri, yang saya tahu, saya berusaha ajeg dan apa adanya, bukan sebuah manifesto untuk memulai kembali.

{ 2 comments… read them below or add one }

1 AngelNdutz February 9, 2010 at 7:32 pm

semoga ini bukan komentar terakhir saya di blog ini. saya masih menantikan tulisan² yang lain, Om :D

2 hedi February 16, 2010 at 5:21 am

walah mas, membaca itu kegiatan paling mahal di era internet. tumpukan buku saya aja makin tinggi, tapi saya masih harus menulis…semoga bisa :D

Leave a Comment

Previous post:

Next post: