Memories of My Melancholy Whores

by admin on July 13, 2009

Distorsi makna atau mereka menyebutnya dengan sindrom refleksologi.

Membaca kembali “kenangan perempuan penghibur yang melankolis” salah satu novel Gabriel Garcia Marquez semakin membuat saya bingung dan sulit menangkap alur sebuah peristiwa. Saya tak tahu benar apa yang terjadi, mungkin karena memang saya yang lagi tidak pada kondisi enak baca, atau memang lantaran ia adalah novel terjemahan.

Mungkin saja lantaran saya membaca novel itu dalam terjemahan. sehingga alur sebuah cerita didalamnya sulit untukdiikuti, setidaknya bagi saya secara pribadi, tidak seperti kebanyakan novel Marques yang kaya akan metafora bahasa tapi tetap tidak kehilangan alur dengan penokohan yang mendetail dan kuat. Sehingga pembaca seperti saya serasa bertamasya di sebuah taman penuh kata-kata.

Jika saja kebingungan dan ketidak tertarikan saya membaca novel terjemahan lantaran sebab penterjemahan, maka sesungguhnya menterjemahkan tak hanya sekedar mengalih bahasakan,  Sehingga membuat pembeli seperti saya dengan kemampuan berbahasa asing yang ngepres merasa ragu untuk membaca buku terjemahan, terutama jika ia berada di ladang sastra.

Apalagi jika penulis itu seperti Nirwan yang menurut Ribut wijoto terlalu mempuitisi sebuah kisah. Ia akan mengandung banyak kiasan yang akan kehilangan makna jika hanya sekedar dialih bahasakan, apalagi oleh orang yang sama sekal itidak tahu sastra.

Tapi apa boleh buat, untuk sekedar memenuhi rasa penasaran, kita tidak disuguhi banyak pilihan.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: