Indonesia Election

by admin on April 9, 2009

Seorang teman bilang, kemarin di coblos, sekarang di contreng mungkin besok disobek-sobek.

Sedari dulu saya memang kurang bisa menikmati palajaran sejarah dan mengikuti perkembangan politik, dan tak ada perubahan sama sekali dengan ketidaksukaan saya sampai dengan hari ini terhadapnya, terlebih lagi soal pemilu, mempelajari sejarahnya di Indonesia, dan mengikutinya sampai dengan hari ini.

Entah kenapa ketika semua orang pada rame membicarakan pemilu, saya hanya tak sabar menunggu hari liburnya saja, ya dengan sebuah pengharapan terburuk, agar suara tak lagi memenuhi, dan itu berarti harus pemilihan ulang dan itu adalah libur lagi, seperti yang terjadi dengan pilkada Jawa Timur kemarin itu. Sinting sekali harapan saya itu.

Libur berarti terbebas dari segala rutinitas harian yang menyesakkan, tak menuju TPS lantaran lebih memilih bangun siang dan bermalasan seharian.

Sebelumnya, bukan berarti saya tidak berusaha untuk mencari-cari pilihan yang tepat, kelelahan mencari sosok figure yang tepat, setidaknya menurut ukuran yang saya tetapkan sendiri dan meminta pendapat beberapa teman dengan mendengarkan sambil menghabiskan beberapa cangkir kopi panas dan beberapa bungkus rokok adalah pilhan yang mudah dan lebih meringankan beban, memilih terbaik dari yang terburuk, begitu kata sebagian dari mereka dengan menurut pikiran masing-masing itu tak juga membuat saya segera mengambil pilihan.

Memilih tak lagi mudah, mencontreng membuat pikiran oleng, mungkin lebih baik saya sobek-sobek saja dengan menjadi orang yang tak memilih menggunakan hak tapi mentutaskan kewajiban.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat bagi yang telah menggunakan haknya, perbedaan, tentu mendapat tempat seluas-luasnya disini.

{ 5 comments… read them below or add one }

1 ceznez April 15, 2009 at 12:21 am

siapapun pemimpin barunya.. semoga mampu mensejahterakan rakyatnya :)

2 andi April 20, 2009 at 12:19 am

aminnn… setuju ama ceznez

3 poetra May 5, 2009 at 11:49 am

Saya sebetulnya tidak begitu setuju kalau kita melepaskan begitu saja proses ini. Saya masih punya keyakinan, bahwa masih ada segelintir orang yang bisa diharapkan. Ketika akhirnya mereka berbuat kesalahan, ya sudah cari lagi yang lainnya :)

Tapi bagaimanapun, saya hargai juga kok teman-teman yang tidak memilih karena memang sudah dianalisa sedemikian rupa dan bukannya sekedar ikut-ikutan saja. Kalau boleh jujur saya sendiri pun sudah eneg, tapi ya ditahan-tahanin aja :D

4 Deddy May 16, 2009 at 4:27 pm

Saya setuju apa Poetra. Ini adalah proses yang harus dilalui. Meski mungkin pilihan yg ada tidak selalu yang “sreg” di hati kita, namun cobalah untuk memilih yang terbaik yang ada.

5 n t a n May 20, 2009 at 1:42 am

*toss dengan pudak*

sebenarnya ada niatan untuk mencelupkan kelingking ini di botol tinta
tapi sayang, nama tidak terdaftar
jadinya cukup merasakan libur ‘hari raya’ indonesia ;)

Leave a Comment

Previous post:

Next post: