Apology

by admin on February 1, 2009

Tentu saya tidak sedang berbicara tentang sebuah kesalahan yang tidak termaafkan, sebesar apapun sebuah kesalahan seseorang, pastilah ada cara memaafkannya, mungkin ini soal waktu, atau mungkin saja soal cara yang tak segera ketemu, karena amarah yang terlanjur mendarah daging itu acapkali terlalu membutakan cara memaafkan.

Pesan agar hati-hati dalam segala laku tindak tak banyak menolong, ya, selalu ada kesalahan yang lagi-lagi datang tak sengaja, dan ternyata, kesalahan yang mulanya tak sengaja itu begitu sangat menyakitkan.

Sekali lagi, permohonan maaf kadang tak lagi berpengaruh banyak, tapi satu saja yang seharusnya kamu tahu, aku menyesal, ya, aku menyesal atas semua kesalahan beberapa baris kata yang benar-benar tak sengaja itu.Kamu tidak mungkin mengetahui kalau aku telah menuliskannya disini, kecuali itu adalah sebuah keajaiban, dan karena hanya disini, aku teringat sebuah puisi apology, dan lagi-lagi dengan segaja aku menambahkannya sebuah puisi permohonan maaf itu disini, sebuah apology, puisi yang tak pernah ada dalam daftar buku-buku pinjamanmu itu, karena kau tak pernah menyukai puisi dan agar tak menambah kesalahan, aku tak memaksa, hanya saja saya ingin mengutipnya, dan entah dari mana saya mendapatkannya kemarin, semenjak sebuah ketidak sengajaan berubah menjadi kesalahan yang tak gampang dimaafkan, katamu.

Apology

How do I tell you I’m sorry
With a gesture, a look, a touch?
How is it I never realized
I hurt you so very much?

I do not ask forgiveness,
A comfort I’ll never deserve.
I merely want to let you know,
But I cannot find the nerve.

To finally confront you, face-to-face,
To look you in the eye,
To face your wrath, your apathy -
Too terrified to try.

You called me selfish, I turned away,
I festered and I fled;
Cutting and wounding and lashing out,
Just to see if you bled.

Betraying and deceiving you,
I surely had no right
To snatch away such a precious gem;
A dark thief in the night.

3 months and forever passed
To bring us to this day,
When I present these simple words
I never thought to say.

The time has come, it’s long past due,
To put aside my fear;
Would this confession torture you,
Or have you longed to hear?

To hear those forbidden words,
To vanquish all the pain,
To understand my dearest wish:
To know you once again.

The months aged me remarkably,
Though they have not made me wise;
I do know I erred irrevocably -
For that I apologize.

- Unknown

Selanjutnya, mungkin saja penerimaan maaf atas semua kesalahan itu, kini tak lagi berarti.

{ 10 comments… read them below or add one }

1 udayul February 1, 2009 at 2:41 am

memaafkan rasanya bukan hal yang sulit, tapi mau kah dengan ikhlas melaksanakannya. saya juga pernah mengalami sesuatu yang pahit, terkadang saya juga berfikir untuk memendamnya dan belum mau memaafkan, tetapi setelah ditimbang-timbang lagi, tak ada gunanya juga kalau kita nggak memaafkan.

2 hedi February 1, 2009 at 7:03 am

memaafkan itu berat, padahal enteng kalo kita minta dimaafin

3 Deddy February 1, 2009 at 7:10 am

Terkadang memang sulit meminta orang untuk memaafkan kita dengan kata2. Tapi jgn pernah menyerah… tunjukkan dekan sikap. Mudah2an suatu saat dia mengerti. Namun bila tidak juga mau mengerti ya… itu adalah beban yang harus dia tanggung…

4 Edi Psw February 3, 2009 at 9:15 pm

Manusia kan tak akan pernah luput dari kesalahan.
Untuk itu, maafkanlah…

5 Masenchipz February 6, 2009 at 2:58 am

setujuh ama pak edi.. makanya kita musti hati2 melangkah.. karena setiap langkah ada hitungannya, begitupun dengan perbuatan..pasti ada tanggung jawabnya he..he..

6 pututik February 6, 2009 at 9:40 am

Maaf itu mahal harganya dan harus tepat menempatkannya, namun tidak memaafkan lebih mahal dampak buruknya.
Tp jgn permisif kaya org skrg ya, misal kita memaafkan pacar yang threesome sama orang :D wakakakakaka becanda biar reda.

7 joanne February 7, 2009 at 3:48 am

maafkanlah orang lain, seperti kamu juga pengen dimaafkan kalo berbuat salah

8 zee February 10, 2009 at 8:58 pm

Hmmm…. jujur, saya org yg susah sekali memaafkan bila sudah sangat sakit hati. Tp klopun saya maafkan, saya memilih utk tidak lagi berurusan biar semuanya selesai di situ saja, drpd terulang lg trs hrs sakit hati lg.

9 escoret February 11, 2009 at 10:08 am

*print*

buat tema cramah jumatan bsk…

*ambil peci*

10 edoniche February 11, 2009 at 11:19 am

I wish I could say:
“Buy me some coffee and I’ll forgive you…”
Tapi, boleh dunk kalo kita ga selalu bisa memaafkan.
After all, we’re just human…

Leave a Comment

Previous post:

Next post: