Ada baiknya kita tak menghilangkan bersih-bersih rasa iri dalam diri kita, setidaknya ini yang saya alami suatu hari di minggu sore, saat jalanan masih basah oleh hujan selama hampir dua jam selepas ashar.
Entah kenapa sore itu bersama seorang teman tiba-tiba ada keinginan untuk sejenak menikmati matahari yang berpamitan, saat-saat hari terang di mana siang hari yang panas akan ditelingkup gelapnya malam, itulah saat hari-hari yang lewat akan ditutup dengan suatu fragmen indah, senja, demikian kata sebagian orang yang suka menikmati saat-saat seperti itu, orang-orang yang begitu mencintai senja.
Hujan salah waktu yang mendahului akan menambah cantik senja sore itu atau malah memperburuk saya juga tak tahu, disinilah iri hati saya tiba-tiba naik ke permukaan, seorang teman mengumpat dengan keras, dan lebih terdengar mengutuk sambil menunjuk-nunjuk ke arah tertentu, dia kelihatan begitu menyesal kenapa pelangi tak begitu jelas dan samar. “huh pelangi malu-malu” begitu katanya.
Tak butuh waktu lama, kesedihannya terhapus dengan datangya senja kemerahan di barat, sejurus dia nampak duduk terdiam, seolah-olah saya yang sedari tadi ada di sampingnya tak dihiraukannya, wajahnya nampak serius menatap senja kemerahan yang perlahan mulai samar. dan untuk yang kedua kali setelah peristiwa pelangi barusan, saya bengong dan heran, karena saya tak bisa ikut hanyut dalam ketakjuban bersamanya, saya hanya merasa semua biasa saja, meskipun dengan energi penuh saya berusaha masuk dalam medium yang sama dengan teman saya tadi,dan saya betul-betul gagal, hambar, dan tak sedikitpun mengubah keinginan saya yang kuat untuk menyalakan sebatang rokok lagi, dan ini yang kesepuluh, saya meningatnya betul, karena didalamnya hanya tinggal dua, dan sisanya hanya berisi rasa iri saya karena sedikitpun tidak bisa menikmati senja yang ditunggu-tunggu kawan saya sore itu.




{ 9 comments… read them below or add one }
iri atau cemburu?
hmm.. jangan tralu maksain diri ya kayaknya..
sunset itu memang indah,,,tapi di Surabaya uda nggak indah akhir2 ini,,,banjir teruzzzzzzzz!!!!!!
hmm .. lukisan senja di pinggir pantai, seru .. tp ditengah kota begini gak kerasa .. huhu
Haduuu, deskripsi senjanya… berasa baca Negeri Senja-nya Seno Gumira
laksana haus telah terbasahi tenggorokan ini
laksana lapar perut sudah cukup dengan porsi nasi sadukan.
Sebatas sunset namun aku tak mampu berkata setelah membaca rasa takjub anda.
Yah..setiap orang berbeda..ada yang begitu mengagumi keindahan alam dengan mudah..ada yang bisa menikmati indahnya lukisan yang menurut saya tak lebih dari coretan kuas yang teratur…yang penting kita bisa menikmati hidup
musim hujan gini, sunset jadi barang mahal
Mas, senja itu ibarat orang yg sudah uzur, pelangi itu mimpi indah yang lewat, dan malam adalah alam maut. Waduh, hilangkan rasa iri yang tidak pada tempatnya mas, heheee…heee..heheee…. Sorry!