I Read It Recently

by admin on December 6, 2008

Saya bukan seorang penulis, tapi mata itu seolah melihat dengan pandangan aneh, hanya melihat dari sampul sebuah buku yang mungkin secara sedikit tidak sengaja saya membuat sampul sebuah buku itu mudah terbaca bagi siapa saja yang melihatnya. Hm… heran juga kenapa bisa seperti itu.

Penikmat atau pemerhati susastra? doh! Tidak juga, karenanya sampai dengan saat ini masih sulit membedakan, mana cerpen, mana esai cergas, mana tulisan ringkas, mana novel panjang yang membuat pembacanya berkesempatan berfantasi. Kecuali sastra yang berjenis puisi, itupun saya tahu dengan melihat susunan kalimatnya yang bertumpuk teratur atau setengah acak, atau malah saya lebih yakin mengenalinya, karena judul sampul itu sudah jelas tertulis “Kumpulan Puisi” itu saja, tidak lebih.

Sulit diceritakan seperti apa rasanya, perlahan…. ada rasa saya mulai menikmatinya.

{ 7 comments… read them below or add one }

1 utchanovsky December 8, 2008 at 12:03 am

Weleh2 :lol:

jadi penasaran ni, skrinsyut plis

2 ulan December 8, 2008 at 10:40 pm

salam kenal om..
mana puisi nya om ??

3 Abi Bakar December 8, 2008 at 10:58 pm

Ini lagi review sebuah buku?

4 Hedi December 9, 2008 at 3:02 am

dari dulu saya belajar baca puisi, waduh susah banget nikmatinya…cuma soal selera aja sih ;)

5 bangpay December 11, 2008 at 3:19 pm

Makan saja… Mau puisi, mau cerpen.. Mau cersil.. Mau stensil… Nanti biar lidah nalar sampeyan yg melakukan seleksi… Hehehehe

6 escoret December 13, 2008 at 2:21 am

weiijannnn..satir banget…

keren2

7 yudi December 15, 2008 at 9:53 pm

pasti bagi yang ngerti maka sebuah karya puisi itu sangat indah ya mas, saya masih belum bisa nih menikmati itu :-)

Leave a Comment

Previous post:

Next post: