Wait For… (…..?? part 2)

by admin on November 5, 2008

Kepada bayangan senja yang bersembunyi dibalik cahaya, apa yang sebenarnya kau nanti…. dan kenapa kau biarkan dirimu diam dan membeku. Tinggalkan saja masa lalumu…

dalam pekatnya langit malam
dalam dekapan angin yang berhembus perlahan
dalam balutan puisi yang begitu puitis
sedangkan kau tahu…
asa itu hampir terputus
membiru diantara buih-buih riak kehidupan
airmata itu telah kering
membias diantara lembayung mentari
sepi…

Sungguh, apa yang terasa hanya bagaikan tipuan-tipuan kanak-kanak yang berlari-lari kecil dipinggir pantai sambil mengejar bayang lembayung yang semakin menjauh..

Terima kasih telah memberi asa baru, membuat daun-daun hijau kembali menyapa lembutnya mentari pagi, membuat desir angin hangat mendesah…
Aku memang tidak akan pernah tahu jalan yang akan ditempuh, karena semua jalan yang bercabang itu serasa tak pernah berujung…
Aku tahu menanti adalah sesuatu yang membuat arang-arang menjadi patah, membuat hari-hari terasa sepi dan membeku, merobohkan begitu banyak ranting-ranting diujung harap…
Tapi, bukankah semua layak untuk dicoba..? Bukankah merpati tidak pernah ingkar dengan janjinya..?

.. Semoga ini bukan suatu mimpi.. !

~ Duh… Kenapa tiba-tiba, inbox email saya jadi penuh dengan beginian! ~

{ 12 comments… read them below or add one }

1 tipis November 6, 2008 at 8:49 am

waduh posting full puisi nih. gak ngerti saya maksudnya, padahal udah baca 2 kali :)

2 chibogacrew November 6, 2008 at 9:21 am

sang pujangga juga nih adminnya

3 dikma November 6, 2008 at 9:22 am

duh
ni mo nunggu lanjutannya aja deh

4 zee November 6, 2008 at 5:24 pm

He he sepertinya bulan November yang mendung buat banyak blogger jd tambah puitis…

5 memble November 6, 2008 at 6:54 pm

jadi ini karena inbox apa karena hujan atau nopember yang sedang banyak hujan.
merpati ndak pernah ingkar janji, emang pernah janjian ya ama merpati?? hehehe

6 Iko November 6, 2008 at 7:42 pm

Hehehehe, kirain itu tentang perasaannya sendiri…. Ternyata dari kiriman seseorang.

7 Jiewa November 7, 2008 at 2:34 am

Berada di persimpangan jalan ya ? :D

8 kyai slamet November 8, 2008 at 11:49 pm

hati-hati, biasanya di persimpangan jalan ada kapak merah lho
:D

9 ilamona November 11, 2008 at 8:05 pm

dimana-mana menunggu itu paling tidak enak

10 atrix November 15, 2008 at 8:28 pm

menunggu? ampunnnn, hehe .. *kabur*

11 yati November 24, 2008 at 9:03 pm

lagi jatuh cinta? :)

12 Emi August 24, 2009 at 7:26 am

nice poem… seperti “bayangan”… ia akan selalu ada, walau tampak maya… memanghadirnya tak nyata… tp lihat… dya ada…

Leave a Comment

Previous post:

Next post: