From the monthly archives:

October 2008

…..??

by admin on October 16, 2008

hai..
Welcome October…
katanya banyak orang mestinya bulan ini musim ujan dah datang, tapi kamu tau nggak…
Angin yang berhembus tetap kering,
Matahari yang bersinar teriknya lebih kejam dari ibu kota,
Daun-daun pohon mangga di depan rumah pun masih kering kecoklatan,

Padahal…
Ada banyak cerita saat musim hujan tiba,
Walapun angin saat itu sejuk dengan bau tanah basah yang menentramkan,
Walaupun tunas-tunas daun dah mulai bermunculan dan kuncup-kuncup bunga mulai nampak,
Walaupun kadang pelangi memikat di ujung senja…

Ada sesuatu yang lain…
Ada tangis diantara derai-derai air ujan,
Ada sepotong hati yang hancur bagai serpihan,

Dan…
Semua itu selalu berulang bagai lagu lama yang diputar dari pita kaset tua,
Berulang terus…

Hanya ada satu pertanyaan…
Kenapa?
Kenapa semua itu terjadi di musim ujan?
Kenapa kemalangan itu menimpa di musim ujan?

Tapi,
sepertinya langit malas untuk menjawab,
awan hanya mendesah tanpa kata,
dan hati itu tetap beku seperti asalnya..

: There are something that I guess I never know…
” When you love someone, you’ve got to learn to let them go ”
…. Could You? …..

Saya tak tahu apa maksudnya, tiba-tiba seorang teman perempuan mengirim email lewat jejaring kabel kantor kemarin pagi, sedang ada apa kiranya, gelisahkah ia, atau malah ada seseorang yang mengecewakan hatinya, lantas kenapa harus ada di inbox saya?.

{ 15 comments }

I am Sorry!

by admin on October 2, 2008

Kalimat seperti itu sepertinya akrab terdengar disaat-saat seperti ini, dan begitupun sebaliknya bagi pemberi maaf, mudah dan gampang untuk membuka pintu maaf untuk orang lain, tanpa melihat besar kecil, toh ukuran seperti itu sangat subyektif.

Bukan barang asing di telinga untuk mengucapkan maaf, meski urusan benar-benar memaafkan itu adalah urusan kebesaran hati masing-masing, dan sebulan penuh sebelumnya adalah tempat kita untuk menjadikan hati kita besar dan lapang serta ikhlas untuk memberi maaf.

Ditinggal bulan sebelum syawal itu memang membuat hati sebagian orang menangis, gemetar dan terduduk lesu, lantaran takut tidak dapat menemuinya ditahun-tahun mendatang, dan ketakutan terbesar adalah tidak termaafkannya segala bentuk dosa dan kesalahan.

Untuk itulah, saya mohon keihklasan sampean untuk memaafkan dosa dan kesalahan saya di hari-hari seperti ini meskipun permohonan maaf saya boleh dibilang telat, saya bukan manusia super yang tanpa bersinggungan kanan kiri, demikian juga semua yang ada disini, sekali lagi, saya gampang mengucap mohon maaf, dan berharap keikhlasan hati dan kebesaran hati sampean untuk memaafkan saya.

{ 10 comments }