Singkat saja, setelah baca di sana, saya jadi ingat salah satu arsip milis lama di sini, dan ini kata Albert Einstein:
“Masalah nyata bagi kita adalah hati dan batin manusia. Adalah lebih mudah mengubah sifat plutonium dibandingkan dengan merubah sifat kesetanan dalam diri manusia“
Nampaknya, manusia itu memang tak pernah belajar dari sejarah peradabannya sendiri. hitam putih, baik buruk, atheis maupun religius ternyata hanya sebatas tumpukan coretan kertas, buka, lompati, lalu tutup lagi, dan sedihnya akan selalu seperti itu.
Percuma?, entahlah!, toh kita tak pernah sibuk mencari jawabannya, dan kita semakin asyik berada di eksistensi kenyamanan.





{ 22 comments… read them below or add one }
Betul sekali mas…memang kita jarang belajar dari sejarah..apalagi sejarah bangsa ini ..
Manusia memang kompleks..
lebih repot lagi sejarah kita banyak kontroversinya, jadi bingung kalo mau belajar
Penyesalan tiada berguna, namun sayang banyak orang yang tidak mau belajar dari sebab penyesalan itu sendiri sebagai pelajaran di kemudian hari agar tidak terjadi lagi. Budaya “gimana besok” kelihatannya menjadi budaya favorit di jaman ini
seharusnya manusia selalu belajar dan nggak pernah berhenti menjadi lebih baik..karna kalo dah berhenti sama aja dengan dah mati :d
Karena hidup memang singkat, mungkin
berada di zona nyaman dan jd malas utk keluar memang sdh jadi sifat dasar manusia yang pasti dimiliki setiap org. soalnya sebagian besar org memang tujuannya adlaah mencari kenyamanan…
Mari berbenah untuk menjadi lebih baik
Bangsa yang baik itu, memang belajar dari sejarah……
Memang sih .. makanya tempat ibadah juga masih laris. Soalnya belum bener semua
bangsa yang besr adalah bangsa yg menghargai perjuangan pahlawanya…tapi kalo sejarah aj g tw gmn bs jd bangsa yg besar…
Kalau mau membandingkan, sebenernya Prancis juga butuh waktu ratusan tahun setelah revolusi pembebasan bastille, sampai akhirnya bisa maju seperti sekrang (itupun masih banyak korup di pemerintahan mereka kini).
Belajar dari sejarah Prancis, kita harus kerja super keras untuk mewujudkan masyarakat adil makmur bebas korupsi. Saat itu, setelah revolusi Prancis, para koruptor pada dipenggal2 kan ya … apa kita perlu juga ya mengikuti cara penggal2an seperti itu hehehe lah ini di Ind antek2 koruptor masih merajalela. Kalau biangnya dipenggal, kan yang kroco2 pada takut ya, dan dari rasa takut para kroco, mental bangsa ke bawah bisa dibenerin. Emangnya gampang heheheh.
Kalau ada waktu, silahkan mampir ke blog saya. Jarang2 (or ngga pernah?) saya nulis mengenai Indonesia dan saya.
Memang manusia jarang skali belajar kepada sjarah, makanya Tuhan berkali-kali menurunkan utusan untuk mengingatkan mereka
gak pernah belajar dari kesalahan, dan sekali salah terjerambab gak bisa keluar
bener juga ya, walau ga bisa digeneralisir. aku beda loh hehe:))
masalah dalam belajar adalah tidak mau melepas jubah ego. pembelajaran yang menyertakan ego seperti “halah, yang beginian mah saya juga tau” atau yang lainnya tidak akan pernah efektif.
zero mind. belajarlah dengan rendah hati
—tapi, bukankah “sisi setan” itu jg yg tetep bikin kita tetap menjadi “MANUSIA”…
miris banget apa yang dikutip dari Albert Einstein 8-|
setidaknya belajar dari masa lalu lah
kalo saya belajar dari kecil… hidup itu kan merupakan sebuah pembelajaran…
Saya sudah cukup bersukur dilahirkan kedunia ini sebagai manusia, dan cukup bersyukur, hanya manusia yang bisa menuliskan sejarah
sd..smp..sma..dan seterusnya..selalu bertemu dengan yang namanya belajar..