Ekonomi tengah berada dalam ketidakpastian, entah bagaimana masa depan, seolah kita tak lagi punya kemampuan menatapnya, kekhawatiran malah membuahkan kecemasan.
Kemana ekonomi bergerak, jutaan analisa tak jua membawa pada secercah kesejahteraan, banyak usia efektif terpental ditengah kejamnya persaingan, anak-anak terbengkalai, keluarga tak terurus, kehidupan compang camping, dan sawah-sawah mulai mengering.
Sebagian teriakan penyemangat terasa hampa tanpa makna, dimanakah para pengayom, pendekar penyeru keadilan dan kebijaksanaan, terlalu berharap lebihkan sebagian dari mereka, saya ndak tahu.
But lives must go on, selalu ada kejutan didepan, dan juga ketidak pastian, entah akan semakin meningkat atau terjerambab ke jurang terdalam. Hidup adalah sebuah pilihan, dan tak selamanya pilihan kita sejalan dengan keberuntungan.
Keberuntungan? ah… masih percayakah manusia dengan hal klenik begituan.
Gimana keadaan ekonomi sampean di hari-hari terakhir ini sodara?, saya kok semakin ketar-ketir saja.





{ 27 comments… read them below or add one }
Saya juga.. nyari kerja semakin susah
(
keadaan ekonomi saiah??? ikut ketar ketir 8-|8-|
berharap keajaiban untuk ekonomi indonesia [-o<[-o<
sekarang cari kerja susah…bis lulus mo ngapa aja masih bingung nih..
ekonomi saya lemah… dibandingkan ekonominya si ical
Alhamdulillah Ndutz masih bisa mencukupi kebutuhan Ndutz sendiri, saat ini mungkin qt harus lebih banyak bersyukur dengan apa yang qt peroleh tanpa melirik nominalnyah
*sedikit tobat
saya biasa aja bos…bisnis tribal ga ada matinya,,,,
*bakar duit*
saya golongan ekonomi lemah.. hehe
Ahhh iyaa lives must go on
bukannya tidak mensyukuri nikmat tuhan, tapi emang sama mas, sayah lagi ngerasa kecekek uhuhu:((
Waah.. saya tergolong kelas ekonomi rendah kali ya? hehe…
Ya bersyukue saja..yg penting dapur tetap bisa mengepul
bersyukur aja dah..hehe
Biarpun ketar ketir, tapi kita harus optimis. Bagaimana pun semua tergantung kita apa yang akan kita hadapi ke depan. Jika memang pemerintah tak mampu memperjuangkan keadaan ekonomi yang baik, mengapa tidak kita sendiri berusaha minimal untuk diri kita sendiri ntar setelah berhasil ga ada salahnya kita tularkan ke orang lain. Kayaknya kalau kita hanya menunggu tindakan pemerintah dan anggota2 dewan yang tengah asyik memperkaya diri sendiri… saya ga yakin keadaan ekonomi akan membaik dalam 5 tahun mendatang…. sedih yach…..
ekonomi saya? buruk bro! masih belom bisa beli nasi buat perut sendiri…:(
Iya, kita masih menganggap bahwa pemimpin itu adalah juru selamat. Mulia di segala hal, sakti di berbagai bidang. Seolah hanya dengan satu pemimpin kita semua bisa terselamatkan. Maklumlah, kita masih paternalistik nih
saya mengutip omongan kawan yang binis ikan hias, dia bilang waktu krismon 98 masih ada terasa nyamannya. tapi yang sekarang kayaknya kita dihantam depan belakang kiri kanan. remuk redam.
menurut saya, krismon 98 karena agak regional, tapi yg sekarang global – pasti lebih hebat. cuma saya tetap optimistis, kang…dengan akrobatik sebisanya, kita pasti survive – karena ada BIG BOSS yang (selalu) bantu kita
mmhhh Ekonomi??? mau bilang buruk nanti katanya ga bersyukurrrrrrrrrr
mau bilang bagusss juga biasa ajaaaa… mungkin Alhamdulillah cukup ada kata yang tepat buat prekonomian gw Bro
mmhhh Ekonomi??? mau bilang buruk sepertinya tidak bersyukurrrrrrrrrr ya
mau bilang bagusss juga agh sepertinya biasa ajaaaa… mungkin Alhamdulillah cukup adalah kata yang tepat buat prekonomian gw Bro
ekonomi… (nyengir2 penghasilan naik drastis)
keadaan ekonomi q fluktuatif, spt grafik kinerja pasar .. haha *gak jelas* di paksa optimis, pdhl mood lbh cendurung pesimis .. halah .. :d
Ekonomi? Hm..seperti cuaca saja.. ditambah dengan fenomena climate change/global warming nih!
Namun demikian, sedia perahu karet lah sebelum banjir bandang melanda.
, Pesimis sih boleh..cuman jangan kelamaan.. kita butuh energi postif untuk terus ‘floating’ disaat kondisi buruk gini. Seneng udh bisa mampir kesini lagi, salam hangat dari afrika barat!
saya bersyukur dan tidak mengeluh masalah ekonomi:)>-
kok sama dngan apa yang cempluk pikir ya..Seyogyanya para lulusan sarjana berlomba lomba membuka lapangan kerja sendiri agar nantinya banyak pengusaha2 di negeri ini yang membangun perekonomian negeri ini….
Nyari duit susah, nyari cewek apalagi. Huh..sebel…
Zaman makin ke sini makin susah. Lama2 kesenjangan bakal makin meningkat. Jujur saya gak punya gambaran bakal jadi apa diri saya di masa depan.
ikut ketir-ketar…
Ekonomi saya belakangan ini lagi seret, Boss…
Ada obat untuk melancarkannya kembali? :d