Seorang teman bercakap kemarin sore, tentang apa yang terjadi dibalik demo mahasiswa yang marak dibeberapa surat kabar kemarin dan selalu berakhir dengan kericuhan.
“Demo-demo dan aksi mahasiswa yang turun kejalan tanpa diikuti mereka yang berjaket kuning (baca : Universitas Indonesia University) itu layak dibumi hanguskan mas!” saya terdiam sejenak, bukan sok peduli, tapi lebih pada penasaran dan perasaan keheranan, “kenapa begitu mas?” tanya saya semakin ingin tahu dengan jidat berkerut, “tanpa mereka, itu dianggap belum mewakili gerakan mahasiswa yang sesungguhnya, belum nasional, jadi ya….dikesampingkan!, layak dibubarkan dengan paksa, kalo perlu dengan kekerasan aparat sekalipun, lihat saja sejarah kerusuhan demo-demo mahasiswa yang terjadi dinegeri ini mas”.
Benar atau salah dengan isu itu, saya tak tahu, posting ini tidak bertujuan menyudutkan pihak tertentu dan membedakan gerakan solidaritas mahasiswa Indonesia dimanapun, terlebih mengambil kesimpulan dini akan aksi-aksi itu.
“ya begitu, kalo demokrasi tidak jalan mas” begitu kata terakhir yang saya ingat dari dia.
Agh… demokrasi?, bukankah demokrasi dinegeri ini sama dengan memilih diktator selanjutnya?, saya jadi ingat H. L. Mencken ,seorang jurnalis America yang lebih dikenal dengan “Sage of Baltimore”, yang mengatakan “Democracy is the theory that the common people know what they want and deserve to get it good and hard”.
Apa sampean tahu isu itu? kalo tahu, kenapa tidak berbagi?
ps : gambar diambil belum ijin dari sini.





{ 0 comments… add one now }
Leave a Comment