Spiga

Archive for June, 2008

Democracy & Action

June 28, 08 by admin

Universitas Indonesia TrisaktiSeorang teman bercakap kemarin sore, tentang apa yang terjadi dibalik demo mahasiswa yang marak dibeberapa surat kabar kemarin dan selalu berakhir dengan kericuhan.

“Demo-demo dan aksi mahasiswa yang turun kejalan tanpa diikuti mereka yang berjaket kuning (baca : Universitas Indonesia University) itu layak dibumi hanguskan mas!” saya terdiam sejenak, bukan sok peduli, tapi lebih pada penasaran dan perasaan keheranan, “kenapa begitu mas?” tanya saya semakin ingin tahu dengan jidat berkerut, “tanpa mereka, itu dianggap belum mewakili gerakan mahasiswa yang sesungguhnya, belum nasional, jadi ya….dikesampingkan!, layak dibubarkan dengan paksa, kalo perlu dengan kekerasan aparat sekalipun, lihat saja sejarah kerusuhan demo-demo mahasiswa yang terjadi dinegeri ini mas”.

Benar atau salah dengan isu itu, saya tak tahu, posting ini tidak bertujuan menyudutkan pihak tertentu dan membedakan gerakan solidaritas mahasiswa Indonesia dimanapun, terlebih mengambil kesimpulan dini akan aksi-aksi itu.

“ya begitu, kalo demokrasi tidak jalan mas” begitu kata terakhir yang saya ingat dari dia.

Agh… demokrasi?, bukankah demokrasi dinegeri ini sama dengan memilih diktator selanjutnya?, saya jadi ingat H. L. Mencken ,seorang jurnalis America yang lebih dikenal dengan “Sage of Baltimore”, yang mengatakan “Democracy is the theory that the common people know what they want and deserve to get it good and hard”.

Apa sampean tahu isu itu? kalo tahu, kenapa tidak berbagi?

ps : gambar diambil belum ijin dari sini.

Scratch Habit

June 20, 08 by admin

scratchDulu, seorang teman selalu mengoloknya dengan kata “Kurnak”, bukan berarti sekarang nggak berlaku lagi.

Gatal, mungkin menjadi alasan pembenaran atas scratch yang terjadi, lantas menggaruknya ketika gatal itu menyerang, toh dia tanpa permisi datang menghampiri, nggak peduli di tempat kerja, di tempat-tempat umum bahkan saat momen sakral sekalipun.

Bukan soal batas kesantunan, tapi lebih disebabkan oleh kebiasaan, lantas terbawa ke manapun si penyandang kurnak syndrome berada, tangannya nggak lepas dari pantat untuk sedikit menikmati sensasi kenyamanan ditengah kesibukan. “Jorok ah!” begitu komentar dengan nada sedikit njingkat (terkejut) seorang teman perempuan, ketika melihat teman laki-laki yang lain tengah asyik dengan aksinya di tempat umum, lah yang ditegur malah cengar-cengir.

Hmm.. apa sebenarnya hanya lebih pada soal kebersihan ya?, ah saya nggak tahu, tapi bukankah hal ini sama seperti ngupil sembarangan? tidak adakah bilik pribadi bagi kita untuk melakukannya tanpa di ketahui banyak orang?.

Dengan alasan demi kenyamanan yang lain, perlukah perda mengatur beginian, seperti soal merokok di tempat umum itu?, jadi bakal ada “Scratch Here, For Your Pleasure!”  donk.

 

Love Books!

June 15, 08 by admin

love booksSemoga ini hanya terjadi sama saya.

Karena kecintaan saya sama buku acapkali saya membelinya di toko buku hanya karena chronic anxiousness takut kehabisan stock, padahal saya jarang sekali membacanya, cukup daftar isi dan beberapa halaman terakhir, selanjutnya hanya nangkring sebagai koleksi.

Greedy mentality saya tidak selesai sampai disitu saja, kadang saya masih menggunakan beberapa kartu anggota perpustakaan umum milik sejawat, dan denda keterlambatan pengembalian selalu menjadi langganan setiap saya mengembalikannya.

Wah… adakah tips fast reading yang cukup manjur? atau semata hanya kemalasan saya saja ya? agh.. embuhlah!. Gimana dengan sampean?

Kwik Kian Gie

June 02, 08 by admin

Kwik Kian Gie“Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi di salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri.”

- Kwik Kian Gie.

Sudah banyak tulisan-tulisannya yang akhir-akhir ini mencuat kembali, baik itu dari arsip lama dibeberapa milis atau tulisan terbaru dari seorang Kwik Kian Gie, seiring dengan kontroversi kenaikan BBM dinegeri ini, saya tidak akan memperpanjang deretan argumentasi yang kadang cukup memusingkan kepala, dan juga tulisan ini tidak akan berusaha menarik kesimpulan apapun.

Kenapa revolusi dan siapa cecunguk? agh… saya ndak tahu.

Terlepas salah atau benar dari beberapa artikelnya itu, kalo salah kenapa jarang yang membantah, dan kalo benar kenapa kita hanya bisa diam. lalu, dimanakah nasionalisme, apa ia sudah berupa cemilan murah pendamping minum kopi.

Quote saya ambil dari sini.