May Day

by admin on May 1, 2008

BuruhSaya ndak tahu apa yang mesti dilakukan untuk sekedar menunjukkan solidaritas pada kaum buruh hari ini, dimana mereka tengah memperingati hari jadinya.

Ironi memang, semestinya hari jadi itu dirayakan dengan senang-senang atau mirip-mirip pesta dengan sedikit beralkohol agaknya sedikit akan dihalalkan, pokoknya hari yang mesti identik dengan tertawa dan kebahagiaan disana dan juga disini.

Dunia memang tak lagi mengenal batas dan sisi, keinginan kaum buruh bisa beragam dibelahan dunia manapun, tapi semua mengerucut ke arah sana, kesejahteraan.

Tak semua dari mereka berada dalam kuadran mapan sebagai buruh, “karena itu mas, tak semua teman-teman mendukung dan setuju dengan apa yang kita lakukan” begitu kata saudara buruh. “agh..tidak juga, saya juga berterima kasih sama saudara-saudara itu yang rela berpanas-panasan, entah kenapa, negara seolah berpaling muka dan mendadak menjadi tuli jika bicara soal kaum buruh, lantaran teriakan dan gedor-gedor pagar di istana kekuasaan membuat mereka menunduk dan menatap tangan-tangan kita yang kasar, karena mereka, saya menikmati kenaikan gaji tiap tahun, yang memang tak selalu seimbang itu, meski kadang terima kasih saya tak pernah terucap”.

Siapa yang salah, entahlah, semua cenderung samar, saling melimpahkan polemik di atas kepentingan masing-masing, antara pengusaha, dan negara sebagai pengambil kebijakan. Drama Marsinah memang tak berhenti ditahun 1993.

Buruh, harus rela untuk terus terdesak ke sudut, dengan dijejali segala kenaikan biaya dan tentu denda-denda atas segala kelebihan beban hidup yang kian tak sedikit.

Ada yang bilang dengan dalam kondisi terpaksa, “masih lumayan mas! dari pada tidak bekerja”, lalu, apa pernyataan itu lantas membuat kita menyerah?.

Bicara soal ini bisa jadi panjang, bisa jadi saya terlalu berpikir berlebihan hanya untuk sekedar ber uneg-uneg, karena terlalu lama diruang ini dan tetap sebagai seorang buruh.

Anggap saja saya salah, apa sampean punya yang lain?

 

gambar dari sini

{ 27 comments… read them below or add one }

1 quelopi May 2, 2008 at 7:08 am

semuanya butuh perubahan dan perubahan itu harus, namun… kenapa dari tahun ke tahun permasalahan masih terus ada di list yaitu mengenai masalah buruh, parah amat…

2 waterbomm May 2, 2008 at 9:20 am

May Day..
Drama marsinah sepertinya kena banget untuk kaum buruh.. kaum yang tertindas.

3 Jiewa May 2, 2008 at 9:21 am

Talk about Marsinah, gimana kabar kasusnya ya ?

4 Bambosi May 2, 2008 at 1:21 pm

Emang susah sih selama Indonesia masih menerapkan konsep Outsourcing

5 yati May 2, 2008 at 2:07 pm

beda banget arti bersyukur dan pasrah. berunjukrasa karena gaji rendah dan perlakuan sewenang-wenang dari majikan, bukan pertanda tidak bersyukur karena masih bisa dapet kerjaan. tapi itu untuk mengingatkan orang2 yang berlaku tidak adil pada orang yang telah memeras keringatnya untuk memberi makan para pemilik modal.
ah…omongan gw, mencari pembenaran banget, dan abstrak :d

*nyambung ga sih sama postingan?

6 Andre May 2, 2008 at 2:58 pm

Memang menderita sekali menjadi seorang buruh…padahal semua pabrik, tanpa terkecuali, membutuhkan buruh untuk bisa menjalankan produksinya…gimana kalau gak ada buruh?…harusnya kesejahteraan buruh lebih diperhatikan secara mereka juga sesama manusia (bukan binatang!!!) dan hanya beda status dan duit di kantong!

7 lovesomatic May 2, 2008 at 5:03 pm

bicara buruh tentu tak lepas dr kepentingan si pengusaha, dan ini mutlak membutuhkan peran pemerintah utk menyikapinya, agar kedua belah pihak merasa diperlakukan secara adil :) >-

8 jimmy May 2, 2008 at 10:11 pm

praktek outsourcing memang sangat merugikan pihak pekerja.. susah ngomong dah!

9 tipis May 2, 2008 at 10:23 pm

Saya termasuk karyawan outsourcing disebuah bumn.Kl sistem outsource dihapus trus kita2 diangkat jd pegawai tetap ya gk mslh, lha kl malah gk dipakai alias dirumahkan bs mumet hehe

10 Hedi May 2, 2008 at 11:12 pm

kita memang ga boleh menyerah, tapi apa kemudian dengan demo ada jaminan juga akan berubah…ini memang situasi serba salah, saya juga ga ngerti bagaimana jalan keluarnya

11 poetra May 2, 2008 at 11:45 pm

Sebuah negara berkembang bahkan maju sekalipun, didukung oleh pemikiran dan tenaga proletar yang tak pernah berhenti berpikir. Masa memang susah, kalau keluhan sudah tak bisa diterima, daripada buang energi lebih baik berpikir 2 kali lebih banyak.

Saya sangat paham kondisinya, saya pernah mengalaminya. Terus bergerak dan berjuang, bukan pengusaha yang bikin kita bahagia :)

12 ridu May 3, 2008 at 7:09 am

wah.. marsinah kasusnya gimana yah?? gak pernah kesentuh lagi..

13 Jiban May 3, 2008 at 9:47 am

mungkin kasus marsinah sudah expired…:(

14 Fachia May 3, 2008 at 9:53 am

Temanku ada yg pernah ketipu jasa OutSourcing. Jadi miris juga..:-?:-?

15 ika May 3, 2008 at 10:10 am

susah juga yah,,disatu sisi butuh pekerjaan,tapi di sisi laen harga2 kian naek menyebabkan penghasilan buruh tak cukup .tapi kalo dikasi upah yang gede bgt jg entar perush na yg kagak kuwat akhirnya bangkrut, malah binun lagi cari gawean…dilema memang neh

16 leksa May 3, 2008 at 3:57 pm

kita akan terus dan masih menjadi buruh buat semua waktu dan materi yang kita kejar…

17 Abi Bakar May 3, 2008 at 5:25 pm

nah kita nih kan kaum muda, nanti kalau kelak jadi pemimpin negri ini, berpihak lah kepada yang benar:)>-

btw boss naruh imot dikomen ini pake plugin apa yah :d

18 diorockout May 3, 2008 at 5:52 pm

Buruh tidak akan berhenti berteriak jika tidak ada kesetaraan..

19 bocah May 3, 2008 at 8:06 pm

:d saya juga buruh kontrak di warnet nih :( apa perlu saya juga demo ?? :( (

20 Raffaell May 4, 2008 at 8:42 am

Wah, aku mah lebih parah daripada hari buruh, soale tetep kerja… hehehe

21 Deddy May 4, 2008 at 3:39 pm

Pernah coba nanya ke buruh yang lagi demo ga, siapa aja yang memang bener2 niat demo? kadang realitas tersembunyi oleh mata. tak jarang buruh yang memang diperlakukan tidak baik ngajak buruh yang sudah diperlakukan dengan baik untuk berdemo dengan ancaman klo ngga pabrik akan dibakar… ironis…

22 afin May 4, 2008 at 9:12 pm

bicara soal buruh, saya nggak bisa bilang apa-apa, saya yang juga buruh ini malah kerja dihari spesial itu. euhhh, pasrah seperti ini :

, “masih lumayan mas! dari pada tidak bekerja”, lalu, apa pernyataan itu lantas membuat kita menyerah?.
:(

23 escoret May 5, 2008 at 12:34 pm

SAYA DENGAN KOMENTAR INI BERJANJI..!!!
KITA KELAK SAYA JADI PRESIDEN….

BURUH AKAN LEBIH SAYA PRIORITASKAN..

*sebab,aku yo buruh*

24 lydia May 5, 2008 at 1:12 pm

:”> semoga buruh makin sejahtera

25 pututik May 5, 2008 at 1:17 pm

:( (
Aku juga termasuk buruh nih, cuma mencoba menghargai perusahaan :-\”

26 sluman slumun slamet May 6, 2008 at 1:02 am

selamat hari buruh…
mohon maaf lahir bathin…

27 Zee May 6, 2008 at 11:29 am

Mungkin ada sebagian sifat orang Indonesia, yg kalo diangkat jd peg tetap justru jd tidak efektif kerja. Liat aja pns, lbh banyak nganggurnya kan.. tp mereka santai2 krn sudah merasa aman..

Leave a Comment

Previous post: I learn it From You

Next post: Indonesia Today!!!