
Pantaskah mereka dan saya bicara soal moral, saya sedikit gamang dan ragu.
Bukankah kita sudah mengantongi moral itu dalam kresek hitam dan menyepaknya ke sudut sempit peradaban manusia?
Korupsi, kepentingan kelompok, Kebohongan dan pembodohan publik, seolah menjadi guyonan penggede intelektual negeri, tidak cukupkah itu sebagai bukti kelakuan lower animal?
Lantas, buat apa kaum intelektual nan religius itu masih memaksakan nilai kebajikan serta kisah-kisah The Prophet untuk terus diceritakan ke anak cucu kita? bukannya kita terang-terangan telah mendustainya?
Tidakkah kita diingatkan oleh seorang satirist, Mencken dalam A Mencken Chrestomathy, ch. 30, p. 617, 1949. “Morality is the theory that every human act must be either right or wrong, and that 99% of them are wrong”.
Agh… Darwin itu ngawur, saya hanya percaya pada Part Two Chapter VIII – Principles of Sexual Selection nya yang mengatakan “the males necessarily differ from the females in their organs of reproduction” itu saja, lainnya nanti dulu.
Andai dia hidup di negeri saya sekarang, yang bernama Indonesia.





{ 44 comments… read them below or add one }
emagnnya indonesia separah itu yah??
quelopi setuju…:)>-
masalahnya kapankah perubahan terjadi?
nampaknya aLe masih belum pantas ngomongin soal moralitas
hmm…moralitas.. some say “if a person understands the connection between morality, ethics, and beauty they will understand how to act morally and ethically”..n pertanyaan q sama kayak quelopi.. “kapan akan berakhir?”
Ngomongin moral di Indonesia, sepertinya memang menjadi guyonan.
Salam kenal dari Bali, Thank sudah mampir
Moralitas mungkin lebih baik diperbaiki, dimulai dari diri kita sendiri, tidak sekedar untuk dibicarakan.
memang hal seperti ini sangat sulit..
setuju sama adis, moralitas harus dimulai dari diri kita sendiri, kemudian akan menular ke orang di sekitar kita
dasar utama moralitas tetap dipegang oleh agama. peran agama nomer satu. rasa takut pada Tuhan, merasa diawasi Tuhan setiap perbuatannya, dicatat dan akan dimintai pertanggungjawabannya nanti dihari pembalasan. Takut dengan siksa neraka, sehingga menghindari perbuatan dosa, sekecil apapun. selesai deh
hoi serem amat bawa² neraka segala. wis salam kenal dariku, thx dah mo mampir
moralitas..sebuah kata tanpa makna….
andaaaaiii…. *nyanyi2 ga jelas*
daripada capek mikirin kata moralitas…mending aksi dulu yang bener…
adakalanya aksi berbicara lebih keras daripada sekedar diucapkan
Kenyataannya, saya juga udah capek banget ngomong soal moral. Akhirnya jadi kelu sendiri, dan menyimpannya jauh di dalam hati kecil saja. Kalaupun dibahas, lebih baik dengan kelompok-kelompok kecil sambil minum kopi. Guyon, dan sambil mengingatkan diri sendiri.
Tapi saya yakin, kondisi tertentu akan memancing revolusi (dalam level apa itu tergantung kebutuhan saja). Cuma yang saya takutkan akan muncul public disobeydient karena kenyataannya Good Governance itu cuma slogan belaka. Mudah-mudahan revolusinya tanpa kekerasan
Salam kenal dari saya
moral.. yah.. lagi lagi moral.. sperti nya susah untuk merubah hal itu.. sekiranya.. emang dari bangsa tsb yang tidak mau di rubah moral nya.. seperti yang sudah benar saja..8-|
Moralitas, kita tau siapa yang benar siapa yang salah, tapi kita membiarkan diri kita untuk berada di tempat yang salah, itu juga bagian dari moralitas, moralitas sebuah kenyataan akan kemalasan dirikita untuk suatu perubahan, kita lebih senang berteriak teriak ini salah itu salah, ini semestinya begini, hati meringis, sedih, kesal dan gundah, namun tak satupun yang bisa kita lakukan….
itulah moralitas
Moral, sebuah kata yang sulit
Selintas setelah baca post ini jadi inget Pendidikan “Moral” Pancasila,
bisa-kah sekarang menjadi pegangan bangsa
checking gravatar
- brb mo introspeksi diri -
ah moral… sesuatu yang terkesan mudah namun susah untuk dilaksanakan…
nice layout nice blog bro . ckck moral, anak muda zaman sekarang nih yang moralnya ancur . masi kecil aja dah tau macem2 , rusak negara . rusak dunia . the end of the world getting closer ..
met kenal bro !
bena >.< benablog.co.nr :d
kerinduan sampeyan, kerinduan orang banyak juga…mudah2an bukan utopi
Yah beginilah, makin tumpul aja hati nurani manusia…
Setuju. Katanya orang2 barat ngga bermoral, tapi masyarakat mereka makmur dan sehat lahir batin. Katanya negara kita isinya banyak manusia bertaqwa, tapi kenapa kemakmuran hanya untuk orang2 tertentu.
Ouch…. pantas kah saya comment…???
Mengapa banyak orang indonesia hanya menulis seperti ini tanpa berusaha memikirkan jalan keluar,,, dan “tidak melihat ke luar jendela”. Segala “kekacauan” yang dirimu bicarakan sebenarnya mungin hanya akibat dari kita yang “tidak berinvestasi” pada sektor tertentu.
Contohnya,,, mengapa jakarta macet…??? mengapa kita tidak menguasai ilmu transportasi…??? mungkin jawabannya korupsi,,, tapi coba fikir lagi,, di jepang bukannya tidak ada korupsi,,, banyak malah,,, tapi mengapa mereka maju dalam bidang transportasi? karena SDA mereka menguasai ilmunya…!!!! mungkin disana lah kita kurang berinvestasi..
Just a thought ….. :d
wah postingan kelas tinggi nih. Ngomongin soal politik terlalu menyita pikiran, harus mengeryitkan kening dulu, musti berlapang dada ketika kita membahasnya. gak perlu nyalahin siapa2, yang penting kita mau mengaca pada diri sendi aja deh. Perubahan harus diawali dari hal-hal kecil dulu, OK.
[...Lantas, buat apa kaum intelektual nan religius itu masih memaksakan nilai kebajikan serta kisah-kisah The Prophet untuk terus diceritakan ke anak cucu kita? bukannya kita terang-terangan telah mendustainya?...]
Ya paling ga biar anak cucu kita ndak seperti kita yg mendustai kisah yg telah kita ceritakan pada mereka :d
Darwin itu banyak ngaconya emang hihihi…
Waduh … emang berat kalau bicara mengenai moral di negara kita ini … hiks.
Wah, nggak terlalu banyak mempunya referensi tentang moral.
*ngikut aja*
saya percaya saja kalo semua hal pasti berubah, semoga moral bangsa ini berubah kepada kebaikan:)>- bukankan kita selalu ingin berubah. karena tak ada yang tak berubah kecuali perubahan itu sendiri :d:d
sobyek,predikat dalam postingan ini ambigu….
kurang jelas saya….
jadi,ga bisa menyimpulkan mau di bawa kemana topik ini..
*sekedar curhat saja*
tenang…… paling ga masih ada yang ngomongin moral meskipun dia sendiri ga pantes…
at least gitu lho…:)>-
mngkin karena belum ada standardisasi untuk orang2 yang pantas berbicara moral atau ndak. Nah kaau sudah ada, kan jadi jelas tho, siapa yang pantes atau ndak pantes
ngomong2 siapa yang pantas menentukan syaratnya ya:d:)>-:)>-
pusing ngomongin moralitas. Mending nunggu saatnya kematian msg2x aja deh. Abis itu kan kita bakal tau sendiri termasuk bermoral atau ngga.
btw, sosok gue yg dulu terhitung sangat-sangat bermoral. Wong celana dalamnya bermerek Balmoral
gara2 ada PMP pas jaman paman gober kali?:d
yang penting diri sendiri
moralku masih perlu diperbaiki sih jadi ya gitu deh
inilah Indonesia kita :d
moral dan kebutuhan manusia
gw gk b moral, gk komen d
aku pikir bahas UU ITE
Saya mau instropeksi dulu sebelum buat komentar nieeehhh…..
setelah 5 menit…..
ternyata saya masih terlalu banyak dosa dan masih belum pantas buat menilai moralitas orang lain….
Saya manusia tidak bermoral.