Tekuklah lidahmu keatas sampai menyentuh langit-langit, pejamkan matamu sampai engkau hanya mampu melihat bayang-bayang, tutuplah pendengaranmu sampai engkau merasa tuli, dan mari kita bicara tentang keserakahan.
Lantas, Dimana batas keserakahan itu? 100 meter didepankah? 500 meterkah? 5 tahun kah? atau sepuluh tahun lagi. Tidakkah keserakahan itu jauh berada diatas batas penglihatan, bahkan jauh melampaui nafas anak Adam sekalipun.
Bukankah kita akan diantarkan sendiri sampai dibatasnya oleh usia, dan pada batas itu akan nampak jelas, ketika tenggorokanmu kering, telingamu tak mampu lagi menerima bisikan, dan lidahmu tak mampu berucap ajaran religius tentang the road to heaven.
Apa kita sudah benar-benar tak mampu menarik tali kekangnya, seperti Max “I’m getting too old to play some parts, but I’m still greedy” atau kita terlalu tersemangati oleh Warren Buffet, investor and billionaire itu, yang telah terlanjur memberikan tipsnya “I will tell you how to become rich. Close the doors. Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful”
Akankah kau tangkap keserakahanmu sendiri, lalu mencekiknya dengan gemas. Lelah… letih, lantaran tertipu telah mengejarnya sampai keujung batas, atau kita telah lelap diatas pelananya.
Picture from here





{ 1 trackback }
{ 30 comments… read them below or add one }
Manusia sangat tidak pantas untuk menyombongkan diri. terlebih manusia adalah makhluk ciptaan-Nya
aduh susah dicerna kata-katanya
kalo uda kecemplung lingkungan yg jg greedy, susah nyembuhinnya…
btw, lam kenal ya
Udah jadi sifat dasar manusia, gak pernah puasss.
mirip seperti max, saat tubuh dan organ fisik sudah terbatas maka keserakahan hanya samar-samar
Greed is the root of all evil..Elvis nailed this one when he said, “sharing money is what gives it its value”
peace
jaman sekarang kalo gak serakah susah hidup… *katanya* :d
Emang lagi ngomong apaan ya
Sorry, gak bisa mencerna arti tulisannya
Keknya ini terkait sama sifat dasar manusia ya…
ego.
Beda dari serakah dan optimis? …………
saatnya bertobat….
“serakah” dan “mau menang sendiri” apakah sama ?
Namanya juga manusia … ya begitu itu. Tidak pernah puas dan selalu mencari yang lebih. Tapi berkat semua itulah peradaban manusia terbentuk
Keserahakan manusia akan makin nyata kalau ada kesempatan, lingkungan dan sarana untuk serakah.
Pada dasarnya kita pingin sesuatu yg lebih dan gak pernah merasa puas…
dalem banget penghayatannya!! keserakahan itu emang gak ada habisnya, maanya dekatkan diri sama yang di atas, karena semua itu hanya titipan, jangan pernah serakah, karena gak ada habisnya! mati juga gak ada yang di bawa!
pada dasarnya manusia memiliki sifat itu, tinggal bagaimana kita bisa mengontrolnya…:d/
serakah… hmm susah emang untuk mengontrolnya.
Ndak boleh tserakah, ntar kalau pada saatnya kita butuh pertolongan orang lain kita bisa2 diabaikan karena kita pernah merampas hak2 mereka.
Sy pernah ikut pelatihan kekuatan pikiran, dimana kita hrs menekuk lidah ke langit2. Dgn begitu, kita justru makin fokus utk melakukan resonansi.
Ini spt ajakan utk fokus bicara soal serakah? he hee… namanya jg manusia. klo ga serakah, bkn manusia..
serakah boleh.. asal enggak kebangetan.. pokoknya segala sesuatu yang terlalu berlebih itu enggak baik
ya saya serakah..selalu serakah..heehh..capek dengan keserakahan saya..
huff..
(:((
jd inget kesusahan akibat keserakahan gw
Bibit keserakahan itu sudah ada dalam setiap manusia. Memang bisa menebar keburukan, tapi bagaimana caranya membuatnya menjadi potensi diri yang menciptakan kebaikan. Mungkin sebelum jadi kata “Serakah”, harus bisa diubah menjadi “Drive”.
manusia ga ada puasnya… selalu ingin nambah.. dan itu yang bikin manusia lepas control
kalo ga pernah puas sama dengan serakah ga sih?
Tidak ada keserakahan kalau memang semua orang rakus
nyelak antrian [mobil/motor] orang termasuk keserakahan khan ya?..
yah,…namanya juga manusia…
watuk iku isa dipateni karo obat, tapi watak? yo matine ngenteni sing duwe mati…
Leave a Comment