Anger
February 20, 08 by admin
Karena ketidakadilan, ke-sembrono-an, penghinaan, pengkhianatan dan mungkin juga kesombongan dan embuh apa lagi, orang bisa saja marah, bahkan karena suatu hal yang bagi sebagian orang dianggap remeh dan hanya sesaat.
“Anger is a gift” kata Zack de la Rocha, dan gampang saja kalo orang mau marah, tapi marah dengan orang yang tepat, diwaktu yang tepat dan untuk tujuan yang tepat tidaklah mudah, begitu kata Aristotle, setali tiga uang. Dengan kata lain, kita diijinkan untuk marah asal memenuhi syarat, Epitectus menyarankan, bahkan dituntut totalitas untuk menyalurkannya serta memastikan kita dalam nikmat candunya.
Tapi bagaimana dengan perspektif religius?
Islam, Muhammad said “The strong is not the one who overcomes the people by his strength, But the strong is the one who controls himself while in anger”.
Christianity, Bible mengingatkan “do not let the sun go down on your anger”
Hinduism, Marah itu sederajat dengan penderitaan!, masih kurang?, dengarlah Dalai lama, seorang guru spriritual itu menambahkan “Buddhism in general teaches that anger is a destructive emotion and although anger might have some positive effects in terms of survival or moral outrage, I do not accept that anger of any kind as a virtuous emotion nor aggression as constructive behavior…They bring us confusion and misery rather than peace, happiness, and fulfillment…”.
Tidak bermaksud mempertentangkan, andaikan marah itu sebuah bola, sejenak saya ingin bermain dengannya, dan ketika jengah, sayapun ingin memenggal dan menendangnya keras-keras.





From
sebagai manusia, sangatlah wajar untuk marah, karena manusia diberikan rasa amarah, namun menurut salah satu hadits manusia yang paling kuat adalah manusia yang mampu mengalahkan amarahnya sendiri.
From
waduh itu gambarnya serem banget.. mas lagi pengen marah ya? teriak aja sekeras2 nya biasanya mendingan lho..
From
Kalo sedang marah, biasanya kita akan merasa bhw segalanya emg tepat. Baik waktunya, sasaran kemarahan, & tentu saja penyebabnya.
Tp klo sehabis marah trs nyesel? Berarti memang gak tepat? Soalnya manusia kan biasa menyadari itu belakangan, stlh ngamuk2…
From
dipersilakan…. marahlah pada waktunya.. karena marah pun ada waktunya
selamat marah!!
From
Saya kalau lagi bener2 marah, justru malah menyendiri. Karena kalau kita lagi memendam amarah, kita cenderung sensitif, makanya saya memilih menghindari keramean dan mencoba introspeksi diri. Kalau perlu pelampiasan sesaat, saya coba salurkan ke hal-hal positif, biasanya saya tuangkan ke hobby saya menggambar. Hihihi…
From
semakin tinggi pendidikan seseorang maka dia akan bisa mengontrol emosi diri nya sendiri
From
Jangan marah2 terus ntar cepet tua loh
From
yup,
biarlah waktu yg akan menuntun kita
From
first : pic nya bagus
btw, suka sama pernyataannya yg “andaikan marah itu sebuah bola, sejenak saya ingin bermain dengannya, dan ketika jengah, sayapun ingin memenggal dan menendangnya keras-keras’
hehe… ungkapan yg bagus ^_^
From
marah juga harus bisa mengenal batas dan waktu….
nice post….
From
Saya setuju pendapat Nabi saya….
From
quote: Islam, Muhammad said “The strong is not the one who overcomes the people by his strength, But the strong is the one who controls himself while in anger”.
Yup, bener sekali !!
From
Boleh saja marah asal selalu terkendali.
From
kalo marah ambil air wudhu, begitu yang cempluk dapatkan dari pengajian di masjid.

From
takuut kalau dimarahin…
From
Donny said: “kenapa harus marah jika masih bisa ditemukan hal-hal lucu di dalam setiap kejadian?“…*halah*
From
janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu
From
Bentuk kepala dari pasirnya keren banget.
From
marah tu kompleks,
biasanya kalo saya marah, suka disembunyiin,
tergantung situasi juga si.
kalo marahnya sama temen yg kita sayang ya sembunyiin,
kalo sma orang asing ya sembunyiin,
kalo sama orang ga asik ya sembunyiin,
jadi intinya sembunyii
kcuali marah sama kompi,
ketok aja! “tuk!”
From
marah itu biasa aja…
jadi harusnya rem itu bisa berfungsi 
cuma di cara menyalurkan aja yang perlu di perhatikan
beda dengan mabuk, dengan marah, otak kita masih bisa berfungsi…
From
marahlah di saat yang tepat… akan ada manfaatnya.. tentunya dengan akal sehat…
From
Marah itu memang melegakan, tetapi efeknya melelahkan. Jadi yang benar mungkin harus belajar sabar meskipun bukan berarti tidak bisa marah.
From
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah ‘Ali)
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)


From
Marah bisa meringankan hati yg panas … tapi jangan sering2, dan jangan ampe kalap heheh.
From
Jika saya marah akan akan diam beberapa saat, muca mucu. habis itu ceria lagi, kalo marah terus capek
From
kl aku lg kesel dan pengen marah ama sesorang, kenapa seolah ingin seisi dunia tau kl aku lg marah hehehehehe
belakang udah mulai bisa menahan marah nich tp ujung2nya nangis hihihihi (wanita sekali ya )
From
marah itu manusiawi sekali, tinggal bagaimana memanagemen marah supaya tidak jadi destruktif..