Spiga

Archive for February, 2008

Idea

February 26, 08 by admin

IdeaBagaimana ide-ide itu sangat sulit dituangkan dalam tulisan, bahkan seorang Plato pun bisa kesulitan untuk melakukannya, maka tak ayal ide-ide hebat itu seperti sekelebat bayangan yang hanya sebagian tertangkap cermin, dan selanjutnya lenyap tak berbekas.

Maka hanya simbolisme yang muncul sebagai alat, dengan metafora, alegori dan sedikit mitos, kontradiktif dan sedikit membingungkan yang akan tampak menonjol, kesulitan memahami dan mengungkapkan ide menjadikan kita berhitung kembali terhadap konsekuensi dan implikasi pemilihan kata.

Apakah hanya karena itu kita akan berhenti menuliskannya?

Memang, ide itu tak pernah sempurna apalagi dia hadir dalam tiruan tak sempurna dunia nyata, karenanya penyair tak pernah puas melihat hasil, pelukis pun merasa ogah dengan lukisannya sendiri.

Lantas, dimanakah ukuran ide brillian itu!

 

pictures from here

Anger

February 20, 08 by admin

angerKarena ketidakadilan, ke-sembrono-an, penghinaan, pengkhianatan dan mungkin juga kesombongan dan embuh apa lagi, orang bisa saja marah, bahkan karena suatu hal yang bagi sebagian orang dianggap remeh dan hanya sesaat.

“Anger is a gift” kata Zack de la Rocha, dan gampang saja kalo orang mau marah, tapi marah dengan orang yang tepat, diwaktu yang tepat dan untuk tujuan yang tepat tidaklah mudah, begitu kata Aristotle, setali tiga uang. Dengan kata lain, kita diijinkan untuk marah asal memenuhi syarat, Epitectus menyarankan, bahkan dituntut totalitas untuk menyalurkannya serta memastikan kita dalam nikmat candunya.

Tapi bagaimana dengan perspektif religius?

Islam, Muhammad said “The strong is not the one who overcomes the people by his strength, But the strong is the one who controls himself while in anger”.

Christianity, Bible mengingatkan “do not let the sun go down on your anger”

Hinduism, Marah itu sederajat dengan penderitaan!, masih kurang?, dengarlah Dalai lama, seorang guru spriritual itu menambahkan “Buddhism in general teaches that anger is a destructive emotion and although anger might have some positive effects in terms of survival or moral outrage, I do not accept that anger of any kind as a virtuous emotion nor aggression as constructive behavior…They bring us confusion and misery rather than peace, happiness, and fulfillment…”.

Tidak bermaksud mempertentangkan, andaikan marah itu sebuah bola, sejenak saya ingin bermain dengannya, dan ketika jengah, sayapun ingin memenggal dan menendangnya keras-keras.