Label for our mouth!

by admin on December 24, 2007

Shut upSering sudah sumpah serapah, janji terlewati tak terpenuhi, alangkah indah dunia yang tanpa sisa ini dipenuhi kejujuran, tak bisakah kita berbicara tanpa diikuti kata sumpah dan janji, atau malah kita sendiri yang sudah tidak pernah bisa percaya dengan kata-kata yang meluncur deras dari mulut kita sendiri.

Apakah kebohongan itu terdengar lebih indah ditelinga kita? sehingga kita sudah tak mampu lagi mendengar kejujuran?, I like big words, and I shall not prevaricate.

Mungkin saya sudah berpikir lain, memang dunia ini semakin indah dengan hiasan kebohongan yang kita tiupkan lewat hembusan nafas kita sehari-hari. dan kita merasa nyaman bermain ditamannya.

Semua ingin membuat orang lain berpikir bahwa kita adalah orang jujur, tetapi mereka salah, bukankah kita melakukannya hanya selama kita bisa? itu menurut Quincy Adam, Anak The Presiden of United States yang juga Presiden itu.

An honest man’s the noblest work of God itu kata pope, tapi sayang nggak ada penghargaan buat mereka, by the way, perlukah nobel-nobelan seperti itu? agh embuh!, jangan tanya saya, karena sayapun melakukannya.

{ 21 comments… read them below or add one }

1 jimmy December 24, 2007 at 9:00 pm

saya juga suka begitu.. jadi malu :”>

2 Praditya December 24, 2007 at 10:25 pm

Terkadang diam memang emas… :D

3 Jiewa December 25, 2007 at 12:00 am

Janji ? hmm.. saya pribadi sebenarnya berat untuk mengungkapkan janji, tapi justru lawan bicara sangat mengidam-idamkan kata itu. Permintaan pasar, so gimana ya ? :D

4 goyangan December 25, 2007 at 2:53 am

jika janji tak terpenuhi bukan berarti bohong donk…harus dilihat penyebabnya,,, :D

5 ekowanz December 25, 2007 at 9:58 am

hmmm saya kok persisi sama ama si jiewa yah :)

6 Riyogarta December 25, 2007 at 12:08 pm

Kalau semua orang bisa memegang setiap kata yang terucap, dunia ini gak rame mas ;)
Tapi begitulah, kita terkadang dibuat kesal dengan hal-hal semacam ini, hanya kembali lagi, manusia diberi kemampuan untuk belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dialaminya :)

7 Donny Reza December 25, 2007 at 1:56 pm

barangkali, karena kebohongan itu begitu mudah dilakukan dan kejujuran begitu sulit dilakukan secara konsisten…maka kejujuran jadi lebih memiliki nilai?

8 escoret December 25, 2007 at 4:36 pm

maap,postingannya mbulettt..!!!!
ga jelas..ga tode point..!!!

*boleh protes kan..??*

9 pututik December 25, 2007 at 10:10 pm

:( ( nggak niat, tapi kadang lupa gimana :( (

10 agus rest December 26, 2007 at 1:18 am

hmmmm :)

11 admin December 26, 2007 at 8:29 am

@ jimmy
sama pak!

@ Praditya
lho masih terkadang ya mas.. jadi belum tentu donk!

@ Jiewa
diobral nggak mas? hehehehe :d

@ goyangan
boleh juga!

@ ekowanz
hehehe.. se Jiewa! :d

@ Riyogarta
ya..ya.. setuju juga mas!

@ Donny Reza
jadi jarang-jarang jujur hehehe…

@ escoret
Ya.. terima kasih mas pepeng atas kritikannya, saya memang blogger kemarin sore dan sayapun masih belajar menulis,

mungkin semua tulisan saya berasal dari satu tema singkat, dan saya berusaha untuk mengembangkannya, sebenarnya tujuannya adalah supaya enak dibaca setidaknya buat saya pribadi, penilain dari orang lain memang sangat saya perlukan untuk segala perbaikan.

Pendapat orang boleh beda tentang sesuatu, dan sayapun mungkin berbeda pandangan dengan banyak blogger lain, mungkin termasuk juga dalam gaya penulisan, karenanya saya selalu terbuka untuk segala kritikan.

Pesan singkat jadi mbulet, bisa saja saya mengatakan dengan mudah “lho ini blog saya, mau saya mbulet-mbuletkan kan terserah saya” orang mandang beda, itu toh perspektif lain. mungkin saya kurang mahir mengolah kata dengan indah, tapi saya berusaha mengolahnya sesuai dengan kemampuan saya, dan karena kemampuan dan referensi saya yang minim menjadikannya tambah amburadul, dan bisa jadi ini salah satu alasan saya buat ngeblog, biar dinilai sama penulis senior kayak sampean, nah gimana senior kayak sampean bisa menilai tanpa media blog ini?

Ini berlaku juga buat teman-teman, Bapak-bapak, Ibu-ibu, mbak-mbak yang berkunjung kesini, untuk selalu memberi kritikan membangun, saya selalu terbuka untuk itu.

sekali lagi terima kasih atas kritikan Mas Pepeng

salam,
pudakonline

@ pututik
hehehe…

@ agus rest
terima kasih

12 Arie December 27, 2007 at 7:02 pm

Emang kita terbiasa pake jargon (parahnya) agama, untuk menguatkan apa yang ‘kita janjikan’ dan kita tinggal bilang ‘gua udah usaha, tapi Tuhan punya kehendak lain’ padahal kita gak berusaha apa2.. jadi seperti kita mem-blame Tuhan kalo rencana / usaha / janji kita ke orang itu gagal… Sinting ya… Tapi.. sounds familiar kan ? ;)

13 arie December 28, 2007 at 8:18 am

liwat liwat liwat :-\”:-\”:-\”

14 Zee December 28, 2007 at 11:29 am

Klo sy sudah bilang janji, pasti saya tepati. Klo ga bisa, sy ga mo janji.
But honest (tuh kan ngakunya honestt….), memang ada jg yg missed, biasanya gak disengaja…

15 waterbomm December 28, 2007 at 5:50 pm

mencoba untuk mencerna. bahasanya yang ketinggian atau sayanya yang telmi (telat makan mie) ya?

keknya sayanya deh..
nyoba baca lagi… *fokus*

16 Ade December 29, 2007 at 5:15 am

Bisa dikatakan, manusia ibarat teko… Apa isinya, tampak dari apa yang dikeluarkan (dari mulutnya)
Tapi, kadang kita perlu cermat… Walau yang dikeluarkan manis, belum tentu itu sehat.. mungkin juga pemanis buatan tho? Malah bikin sakit yang lain.. -_-
Nah, pertanyaannya, kalau tekonya gak ngeluarin apa-apa gimana tu?
Kita jadi menebak2 isinya apa?
Jangan2 memang isinya emas….
:-? ? saya kok jadi bingung sendiri ya…

17 ayahshiva December 29, 2007 at 3:55 pm

kalo aku lebik suka diam

18 Hedi December 30, 2007 at 12:08 pm

ada yg bilang, kalo sudah tau ya diam saja dan kalo gitu yg tidak tahu apalagi…harus lebih diam :D

19 dodot December 30, 2007 at 8:06 pm

penilaian yang terbaik itu adalah dari orang lain, dan kita hanya bisa merubah dan merubah diri kita dari penilaian orang lain. Kalau tidak mau mendengar penilaian orang lain berarti anda adalah seorang… namun sebelum terjadi apa yang tidak dikehendaki sebaiknya ubahlah diri anda

it’s our life:)

20 Nazieb January 4, 2008 at 9:16 am

Bohong adalah salah satu cara manusia bertahan hidup :D

Saya nggak pernah bo’ong lho Mas.. :^o

21 rizoa January 14, 2008 at 9:41 pm

idem

Leave a Comment

Previous post:

Next post: