Sering sudah sumpah serapah, janji terlewati tak terpenuhi, alangkah indah dunia yang tanpa sisa ini dipenuhi kejujuran, tak bisakah kita berbicara tanpa diikuti kata sumpah dan janji, atau malah kita sendiri yang sudah tidak pernah bisa percaya dengan kata-kata yang meluncur deras dari mulut kita sendiri.
Apakah kebohongan itu terdengar lebih indah ditelinga kita? sehingga kita sudah tak mampu lagi mendengar kejujuran?, I like big words, and I shall not prevaricate.
Mungkin saya sudah berpikir lain, memang dunia ini semakin indah dengan hiasan kebohongan yang kita tiupkan lewat hembusan nafas kita sehari-hari. dan kita merasa nyaman bermain ditamannya.
Semua ingin membuat orang lain berpikir bahwa kita adalah orang jujur, tetapi mereka salah, bukankah kita melakukannya hanya selama kita bisa? itu menurut Quincy Adam, Anak The Presiden of United States yang juga Presiden itu.
An honest man’s the noblest work of God itu kata pope, tapi sayang nggak ada penghargaan buat mereka, by the way, perlukah nobel-nobelan seperti itu? agh embuh!, jangan tanya saya, karena sayapun melakukannya.




{ 21 comments… read them below or add one }
saya juga suka begitu.. jadi malu :”>
Terkadang diam memang emas…
Janji ? hmm.. saya pribadi sebenarnya berat untuk mengungkapkan janji, tapi justru lawan bicara sangat mengidam-idamkan kata itu. Permintaan pasar, so gimana ya ?
jika janji tak terpenuhi bukan berarti bohong donk…harus dilihat penyebabnya,,,
hmmm saya kok persisi sama ama si jiewa yah
Kalau semua orang bisa memegang setiap kata yang terucap, dunia ini gak rame mas
Tapi begitulah, kita terkadang dibuat kesal dengan hal-hal semacam ini, hanya kembali lagi, manusia diberi kemampuan untuk belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dialaminya
barangkali, karena kebohongan itu begitu mudah dilakukan dan kejujuran begitu sulit dilakukan secara konsisten…maka kejujuran jadi lebih memiliki nilai?
maap,postingannya mbulettt..!!!!
ga jelas..ga tode point..!!!
*boleh protes kan..??*
hmmmm
@ jimmy
sama pak!
@ Praditya
lho masih terkadang ya mas.. jadi belum tentu donk!
@ Jiewa
diobral nggak mas? hehehehe :d
@ goyangan
boleh juga!
@ ekowanz
hehehe.. se Jiewa! :d
@ Riyogarta
ya..ya.. setuju juga mas!
@ Donny Reza
jadi jarang-jarang jujur hehehe…
@ escoret
Ya.. terima kasih mas pepeng atas kritikannya, saya memang blogger kemarin sore dan sayapun masih belajar menulis,
mungkin semua tulisan saya berasal dari satu tema singkat, dan saya berusaha untuk mengembangkannya, sebenarnya tujuannya adalah supaya enak dibaca setidaknya buat saya pribadi, penilain dari orang lain memang sangat saya perlukan untuk segala perbaikan.
Pendapat orang boleh beda tentang sesuatu, dan sayapun mungkin berbeda pandangan dengan banyak blogger lain, mungkin termasuk juga dalam gaya penulisan, karenanya saya selalu terbuka untuk segala kritikan.
Pesan singkat jadi mbulet, bisa saja saya mengatakan dengan mudah “lho ini blog saya, mau saya mbulet-mbuletkan kan terserah saya” orang mandang beda, itu toh perspektif lain. mungkin saya kurang mahir mengolah kata dengan indah, tapi saya berusaha mengolahnya sesuai dengan kemampuan saya, dan karena kemampuan dan referensi saya yang minim menjadikannya tambah amburadul, dan bisa jadi ini salah satu alasan saya buat ngeblog, biar dinilai sama penulis senior kayak sampean, nah gimana senior kayak sampean bisa menilai tanpa media blog ini?
Ini berlaku juga buat teman-teman, Bapak-bapak, Ibu-ibu, mbak-mbak yang berkunjung kesini, untuk selalu memberi kritikan membangun, saya selalu terbuka untuk itu.
sekali lagi terima kasih atas kritikan Mas Pepeng
salam,
pudakonline
@ pututik
hehehe…
@ agus rest
terima kasih
Emang kita terbiasa pake jargon (parahnya) agama, untuk menguatkan apa yang ‘kita janjikan’ dan kita tinggal bilang ‘gua udah usaha, tapi Tuhan punya kehendak lain’ padahal kita gak berusaha apa2.. jadi seperti kita mem-blame Tuhan kalo rencana / usaha / janji kita ke orang itu gagal… Sinting ya… Tapi.. sounds familiar kan ?
liwat liwat liwat :-\”:-\”:-\”
Klo sy sudah bilang janji, pasti saya tepati. Klo ga bisa, sy ga mo janji.
But honest (tuh kan ngakunya honestt….), memang ada jg yg missed, biasanya gak disengaja…
mencoba untuk mencerna. bahasanya yang ketinggian atau sayanya yang telmi (telat makan mie) ya?
keknya sayanya deh..
nyoba baca lagi… *fokus*
Bisa dikatakan, manusia ibarat teko… Apa isinya, tampak dari apa yang dikeluarkan (dari mulutnya)
? saya kok jadi bingung sendiri ya…
Tapi, kadang kita perlu cermat… Walau yang dikeluarkan manis, belum tentu itu sehat.. mungkin juga pemanis buatan tho? Malah bikin sakit yang lain.. -_-
Nah, pertanyaannya, kalau tekonya gak ngeluarin apa-apa gimana tu?
Kita jadi menebak2 isinya apa?
Jangan2 memang isinya emas….
kalo aku lebik suka diam
ada yg bilang, kalo sudah tau ya diam saja dan kalo gitu yg tidak tahu apalagi…harus lebih diam
penilaian yang terbaik itu adalah dari orang lain, dan kita hanya bisa merubah dan merubah diri kita dari penilaian orang lain. Kalau tidak mau mendengar penilaian orang lain berarti anda adalah seorang… namun sebelum terjadi apa yang tidak dikehendaki sebaiknya ubahlah diri anda
it’s our life:)
Bohong adalah salah satu cara manusia bertahan hidup
Saya nggak pernah bo’ong lho Mas.. :^o
idem