Bring your religion to basic!
November 24, 07 by admin
Bagaimana anda mengartikan sebuah musik atau lagu, saya memang kurang bisa mendiskripsikan, paling tidak untuk diri saya pribadi, paling sederhana saya cuman akan bilang “ya…pokoknya paling enak didengar di telinga” atau kadang-kadang saya akan bilang “rastafarian… Ehm… cafe, mendung dengan gerimis kecil serta secangkir kopi panas”
Tapi kalo lagu itu punya soul tersendiri en’ touching to deepest area of your religion, bagaimana pendapat sampean, seperti sebuah musik ini, dari seorang teman.
let’s prove it by hearing this song.
Thanks to Echo
Opening speech posting ini memang kurang bagus untuk karya musik njenengan yang menggetarkan itu, Hi.. bang!, Saya akan update setelah kita melakukan obrolan itu lagi! hehehe… ![]()
“Shanti yaa sallaam”





From
Hmm… Klo saya no comment deh…
Saya kurang ngerti masalah musik sih..
Tapi itu lagu kayaknya Rock gtu… Bener gak sih?
Tapi liriknya lirik religi…
From
bagi saya, musik itu seperti soundtrack of my life. selain nadanya yang mengalun seiring senandung hati, liriknya pun menyiratkan gejolak hati. jadilah musik itu begitu merasuk dalam dan enak untuk dinikmati.
beda dengan film. bagi saya, layar lebar adalah hiburan. artinya, di saat penat yang mendera, film adalah cermin kehidupan yang menghibur untuk dinikmati..
gitu deeehhh
From
From
kok aq rada ga ngeh ya
apa karena pagi2 gini yah
From
Musik bagiku adalah :
ibarat sebuah karya yg takkan pernah legam dimakan waktu *halah*
From
ya kalo ndak ada musik, apalagi yang di favoritin…wah rasanya stress
“
From
wah pake podpress nyak..
“
“
sepi dunk dunia ini tanpa musik…
From
pertentangan dalam Islam? wuih jadi rame kalo diteruskan ya? hehehe
@ ekowanz
apa nggak karena sampean pemain band juga?
@ aLe
boleh juga diteruskan itu mas…
@ liezmaya
bener juga mas, favoritin seleb dah kenyang! hehehehe
@ ajissi
setuju mas, tapi gimana dengan musik alam ya?
From
kalian sudah melakukan progress yang bagus,guys..keep n track yo…
musik sebagai ekspresi jiwa dan identitas sungguh mengagumkan. fans fanatik tidak dibangun diatas tanah pasir. pasti ada yang mengggetar dibalik musik-lirik nya. sayangnya, banyak yang tak kuasa dihadapan komersialisme.
akhrnya musik indonesia era ini bisa dikatakan bernafas sama….musik komersil..
CMIIW
From
bener juga… btw, komersil apa ngga’ bukankah balik lagi ke telinga pendengar mas?
peace!
From
ahhhh … kompi saya sondkatnya lage rusak!!
From
Hmm.. Ok
From
yah, musik, susah juga sih dijelasin, saya jg sama bro, yg penting enak didenger, saya jarang merhatiin lirik.
From
Listen to your heart….