Simplicity is About to Kill

by admin on November 17, 2007

Einstein

Simplicity
is the property, condition, or quality of being simple or un-combined. It often denotes beauty, purity or clarity. Simple things are usually easier to explain and understand than complicated ones. Simplicity can mean freedom from hardship, effort or confusion. It may also refer to a simple living lifestyle.

Saya hanya mengutipnya dari wikipedia.

Nah kalo saya lebih menyebutnya dengan ke-sederhana-an, menjadi apa adanya, dalam banyak hal, dan yang terpenting adalah menjadi diri sendiri, just being yourself! halah, tetapi menjadi sederhana tidaklah berarti anti consumption, tapi mengkonsumsi yang diperlukan saja.

Untuk itu ijinkan saya mengutip beberapa quote seperti dibawah ini disamping quote dari master of relativity, sedikit menjadikan adhem tanpa berburu dengan desahan nafas kehidupan yang semakin kompleks saja.

“You can always recognize truth by its beauty and simplicity”

~ Richard Feynman (1918–1988) ~

“Our lives are frittered away by detail; simplify, simplify”

~ Henry David Thoreau (1817–1862) ~

 

Tinggal bagaimana membunuh ego kita

{ 6 comments… read them below or add one }

1 ekowanz November 18, 2007 at 7:54 am

hehe…bener ituh :D

2 Andreas November 18, 2007 at 9:21 am

Simple is beautiful….

Salam kenal…

3 escoret November 19, 2007 at 12:00 am

jujur..saya super binung dengan isi postingan anda..!!!!

[...]Nah kalo saya lebih menyebutnya dengan ke-sederhana-an, menjadi apa adanya, dalam banyak hal, dan yang terpenting adalah menjadi diri sendiri, just being yourself! halah, tetapi menjadi sederhana tidaklah berarti anti consumption, tapi mengkonsumsi yang diperlukan saja. [...]

antara simpel dan rumit letaknya dimana..???
ga ada yg rumit kok….

biasa aja…

maap,saya ga sependpat dnegan komentar 2 di atas saya ini..!!!

boleh kah..???/boleh beda kan..???
apa hrs sama dengan mereka..???

4 edo November 19, 2007 at 2:46 am

setuju tentang be our self hehehhe… ini inti segalanya buat saya..
anyway, bicara soal kesederhanaan, buat saya justru itu adalah tingkatan tertinggi. orang yang sederhana adalah orang yang kaya lahir bathin. Mengkonsumsi yang dibutuhkan bisa berarti sesuatu yang dibutuhkan itu ada ketika dibutuhkan (ruwet yah? hiueheiuhiue).
Tapi hati-hati lo. kalimat ini bisa sangat menjebak. bisa menjadi excuse atas kemalasan kita dan sebatas menerima apa yang kita punya. menerima dan sederhana 2 hal yang berbeda.

sulitnya menjadi sederhana, ketika kita tidak mampu membedakan kebutuhan dan keinginan :)

5 Jiewa November 20, 2007 at 2:08 am

Saya sendiri adalah orang yg suka dengan kesederhanaan, tapi tetap dalam kerangka kesempuranaan :)
Masalahnya, karena sering menyederhanakan segala sesuatu, justru saya dianggap rumit
*lah..bingung toh..?*

6 admin November 21, 2007 at 7:52 am

@ ekowanz
terima kasih mas…

@ Andreas
terima kasih, salam kenal balik juga

@ escoret
beda? tentu saja boleh mas… sah-sah saja, dan saya tidak akan pernah memoderasi komen yang masuk ke blok ini, semoga!
terima kasih atas kritik mas pepeng! ^:)^

@ edo
setuju mas, ah nggak gampang juga jadi sederhana

@ Jiewa

Sederhana dalam kerangka kesederhanaan

ah filosofis sekali mas! :)

Leave a Comment

Previous post:

Next post: