by admin on June 27, 2009
Berhentilah sejenak, tak ada yang perlu dikhawatirkan, semua memang sedang menunggumu untuk mengerti, pun demikian dengan waktu, ia bersedia bersabar untuk tidak berputar sejanak menunggumu benar-benar mengerti dan berfikir kembali tentang semuanya.
Segala peristiwa harus diakui, kamulah pencerita yang baik atas semuanya, dan aku memang hanya mampu merekam semuanya samar dalam ingatan. Sederet peristiwa dan persoalan tak seharusnya begitu saja kita sederhanakan, ia adalah sebuah proses yang tertib, berurutan, ada kronologi dari setiap kejadian disana.
“Apa salahku?”, tiba-tiba saja kau menyodorkan sebuah pertanyaan yang kamu tahu sendiri apa jawabnya, siapa yang salah dan yang benar tak perlu harus selalu dimunculkan, bukankah kita sudah bersepakat dengan hal ini, bukan harus ditunjukkan, seharusnya kita, tak ada aku dan kamu lagi, dengan kesadaran yang sepenuh-penuhnya mengakui, segala bentuk kesalahan itu kitalah yang melahirkannya bukan?.
Bukankah segala bentuk penjelasan setelah semua terjadi dengan keputusan sepihak adalah bentuk lain dari pembenaran?, dan lagi, aku berdiri dengan pendirian semula, mungkin saja ego, begitu kamu menyebutnya. Tapi seperti itulah adanya, mari belajar dari peristiwa, meski semua tak lagi sama.
by admin on June 25, 2009
Saya sedang lupa, sejauh ingatan, saya pernah menemukannya dari gunawan muhammad, ia menulis soal masjid dan sejarah, masjid yang kehilangan sejarah atau ia memang merasa tak pantas punya sejarah.
Mungkin [...] Continue Reading…
by admin on June 12, 2009
Karena kau memanggil anak laki-lakimu itu dengan panggilan Sinyo. Ingatanku tiba-tiba saja terlempar pada sebuah roman sejarah Pramoedya, Bumi Manusia.
Entah apa yang menarik dari sana, seperti ada sesuatu yang [...] Continue Reading…
by admin on June 10, 2009
Berapa banyak buku yang saya baca?
Jika pertanyaan itu diajukan beberapa tahun lalu seharusnya jawaban saya akan cukup membuat malu, meskipun terkadang saya cukup ignoring dengan buku-buku, “ndak hobi baca [...] Continue Reading…
by admin on May 26, 2009
Disana bilang hiatus, diseberang sana bilang mati ide, ditempat lain bilang nggak tahu mesti nulis apa.
Saya disini bilang atau lebih tepatnya beralasan, sedang sibuk, kegiatan offline sebagai buruh harian [...] Continue Reading…
by admin on April 9, 2009
Seorang teman bilang, kemarin di coblos, sekarang di contreng mungkin besok disobek-sobek.
Sedari dulu saya memang kurang bisa menikmati palajaran sejarah dan mengikuti perkembangan politik, dan tak ada perubahan sama [...] Continue Reading…
by admin on April 3, 2009
Jika ada sebuah pengakuan yang datang terlambat, itu adalah sebuah pengakuan tentang kehadiranmu dalam beberapa hari terakhir.
Kesibukan bisa saja menjadi pembenaran yang dipaksakan, tapi karena kehadiranmu itulah yang membuatku [...] Continue Reading…
by admin on March 5, 2009
Sebuah perjalan, sependek apapun, semestinya bisa memberikan sedikit pencerahan, bahwa ada kehidupan makhluk lain yang acapkali terabaikan oleh kita.
Perjalanan saya kemarin keluar kota, memasuki sebuah desa dan tinggal sementara [...] Continue Reading…
by admin on February 25, 2009
Saya rasa, ke arah sanalah segala tujuan itu ditentukan, dan saya pikir, itu adalah sebuah nilai yang sudah terlanjur menjadi ukuran di tengah masyarakat kita.
Anda adalah apa yang anda [...] Continue Reading…
by admin on February 15, 2009
Ya, Priambodo, itulah nama belakangmu!
Membaca kembali Cerita Calon Arang nya Proemdaya, membawa ingatan saya kembali ke beberapa puluh tahun silam, suatu masa ketika saya berada di minggu-minggu pertama kelas [...] Continue Reading…